Prabowo Instruksikan Penyiapan SDM Perikanan, Mendiktisaintek Diminta Selaraskan dengan Kebutuhan Industri

Prabowo Instruksikan Penyiapan SDM Perikanan, Mendiktisaintek Diminta Selaraskan dengan Kebutuhan Industri

Nusantaratv.com - 13 Februari 2026

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (Bakom)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (Bakom)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan kebutuhan sektor industri perikanan nasional.

Arahan tersebut disampaikan Brian setelah mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

"Tadi saya hanya bagian mempersiapkan SDM-SDM karena nanti akan banyak dibuka industri-industri perikanan," kata Brian.

Brian menjelaskan bahwa dirinya diminta memastikan SDM yang disiapkan memiliki kompetensi yang sesuai untuk mendukung program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Saya diminta memastikan SDM kita mampu dan sesuai dengan kebutuhan yang akan dijalankan oleh Menteri KKP," kata dia.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria (NTVnews)

Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas tersebut bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih serta penguatan ekosistem industri perikanan nasional melalui konsolidasi galangan kapal dan pengembangan hilirisasi.

Selain Brian, rapat juga dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa.

Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan bahwa program Kampung Nelayan akan menjadi bagian dari ekosistem yang dikelola melalui BUMN PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).

“Ini kan masuk dalam ekosistem yang akan nanti dikelola melalui Jaladri. Jadi ini kan memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi dari pada laut kita, sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan kita,” ujar Dony.

Dony menambahkan, pembangunan kampung nelayan tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga harus dipersiapkan secara bisnis, termasuk pengaturan "offtake" hasil produksi. Ia juga menekankan pentingnya penguatan industri galangan kapal sebagai bagian dari strategi nasional dan mengapresiasi peran KKP dalam mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

Konsolidasi galangan kapal rencananya akan dilakukan di bawah PT PAL guna memperkuat kapasitas industri nasional. Dony memastikan konsolidasi ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat dan diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan baru, terutama bagi lulusan teknik perkapalan dan sektor terkait.

“Kemudian juga Jaladri nanti tidak hanya akan mengembangkan di sisi hulunya, tetapi juga hilirnya. Jadi nanti industri turunan dari pada perikanan kita itu juga akan kita kembangkan secara masif. Nah ini pertumbuhan pembukaan lapangan pekerjaannya itu akan sangat masif ke depannya,” ucapnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close