Nusantaratv.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali bersama sejumlah mitra tengah menyiapkan infrastruktur sistem penukaran baterai atau Battery Swap System untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Kabupaten Klungkung, Bali.
General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan PLN akan mendukung kebutuhan kelistrikan dan penyambungan daya untuk pemasangan serta pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai yang direncanakan berada di lima lokasi di Klungkung.
“Melalui ruang lingkup kerja sama ini, PLN UID Bali berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan terbaik, khususnya dalam hal kebutuhan listrik dan penyambungan daya yang diperlukan. Infrastruktur ini nantinya akan menopang pemasangan dan pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai (Battery Swap System) di lima lokasi strategis di Kabupaten Klungkung,” ujar Ajrun usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN UID Bali, PT INAKO Kreta Udhaya, Korea Smart e-Mobility Association (KEMA), dan Korea Automotive Technology Institute (KATECH) di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dukungan kelistrikan untuk proyek tersebut akan dilakukan PLN UP3 Bali Timur melalui ULP Klungkung. PLN memberikan pelayanan sesuai kebutuhan daya serta ketentuan yang berlaku, sedangkan INAKO, KEMA, dan KATECH menyiapkan perizinan serta kebutuhan penyambungan daya.
Proyek percontohan itu dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 dengan melibatkan lima kendaraan listrik roda tiga untuk kebutuhan khusus.
Ajrun menjelaskan kendaraan tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti mengangkut sampah, membawa barang, serta menjadi kendaraan pendingin. Selain itu, akan dikembangkan kendaraan pertanian listrik roda tiga dan roda empat berukuran kecil untuk keperluan pengangkutan dan penyemprotan.
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tersebut direncanakan berlanjut pada 2027 dengan jumlah kendaraan yang akan diperluas menjadi lebih dari 30 unit di Bali.
Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan pengembangan kendaraan listrik tersebut sejalan dengan target pemerintah daerah menjadikan Nusa Penida sebagai green island pada 2030.
“Jika menjadi green island, Nusa Penida akan menjadi destinasi wisata yang lebih berkelas. Dan ini terus kami siapkan secara bertahap hingga nanti bisa tercapai sepenuhnya pada 2030,” ujar Satria, dikutip dari Antara.
Menurutnya, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dapat mendukung konsep pariwisata berkelanjutan sekaligus memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Kerja sama tersebut juga meliputi pengujian kesesuaian dan kualitas sistem penukaran baterai secara langsung di lapangan. Data penggunaan dan hasil pemantauan sistem nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan teknologi.
Para pihak juga dapat melanjutkan kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai dengan kebutuhan.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi di Kabupaten Klungkung.
Ajrun berharap dukungan infrastruktur kelistrikan, teknologi, serta kerja sama lintas negara dapat memperluas penggunaan kendaraan listrik sekaligus mendorong transportasi ramah lingkungan dan pertumbuhan ekonomi hijau di Bali.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh