Nusantaratv.com - Dunia hiburan Nigeria kembali berduka. Ifunanya Nwangene, penyanyi muda berbakat yang dikenal lewat ajang The Voice Nigeria, dilaporkan meninggal dunia pada usia 26 tahun setelah mengalami gigitan ular berbisa di kediamannya.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di apartemen Ifunanya yang berlokasi di Abuja, ibu kota Nigeria. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana panik di lokasi kejadian, termasuk momen ketika seekor ular yang diduga kobra berhasil dikeluarkan dari dalam apartemen.
Menurut keterangan seorang sahabatnya, Ifunanya sedang tertidur ketika ular tersebut menggigitnya hingga membuatnya terbangun. Ia segera dilarikan ke rumah sakit setelah klinik terdekat tidak memiliki stok serum penawar racun ular.
“Ketika dokter berusaha menstabilkan kondisinya, ia sudah tidak mampu berbicara, hanya memberi isyarat dengan tangan. Napasnya pun terlihat sangat berat,” ungkap Sam Ezugwu, salah satu teman dekatnya.
Ia juga menyebutkan bahwa rumah sakit hanya memiliki satu jenis antibisa, sementara korban membutuhkan dua jenis. Saat ia berusaha mencari antibisa tambahan, Ifunanya dinyatakan meninggal dunia.
Pihak rumah sakit kemudian membantah tudingan kekurangan antibisa. Dalam pernyataan resmi kepada BBC Africa, Federal Medical Centre menyatakan bahwa tim medis telah memberikan penanganan sesuai prosedur, termasuk pemberian cairan infus, oksigen, resusitasi, serta antibisa ular polyvalent. Namun, komplikasi serius akibat racun ular tidak dapat dihindari.
Ifunanya Nwangene dikenal publik sejak tampil di The Voice Nigeria musim ketiga pada tahun 2021. Penampilannya saat membawakan lagu “Take a Bow” milik Rihanna sukses memukau para juri. Ia juga dikabarkan tengah mempersiapkan konser tunggal pertamanya yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Baca Juga: Penyanyi Mo Su Jin Meninggal Dunia di Usia 27 Tahun, Kepergiannya Mengejutkan Penggemar
Selain berkarier solo, Ifunanya juga tergabung dalam Amemuso Choir. Melalui unggahan di Facebook, pihak paduan suara tersebut menyebut Ifunanya sebagai bintang yang tengah bersinar dan memiliki masa depan cerah di industri musik.
Ucapan duka pun membanjiri media sosial. Banyak penggemar mengenang sosok Ifunanya sebagai penyanyi berbakat dengan kepribadian hangat dan penuh semangat.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ratusan ribu kasus gigitan ular berbisa terjadi setiap tahun di Afrika, dengan Nigeria menjadi salah satu negara dengan angka kematian tertinggi. Banyak kasus di daerah pedesaan bahkan tidak tercatat secara resmi, sehingga jumlah sebenarnya diyakini lebih besar.
Kepergian Ifunanya Nwangene menambah daftar panjang korban gigitan ular berbisa di Nigeria sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik dan para penggemarnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh