Nusantaratv.com- Nusantara Economic Updates edisi Senin, 26 Oktober 2026 menghadirkan dialog menarik tentang pendanaan ekonomi hijau dari dalam maupun dari luar negeri.
Pasalnya, Indonesia membutuhkan investasi 472,6 miliar USD atau Rp8.640 Triliun untuk menurunkan emisi pada 2021-2035. Pemerintah mengandalkan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup atau BPDLH untuk menghimpun dan mengelola pendanaan ekonomi hijau dari dalam maupun dari luar negeri.
Menurut Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto menjelaskan pendanaan ekonomi hijau dihimpun melaluii 3 skema yaitu hibah, pinjaman, dan sumbangan. Hingga awal Oktober 2026 dana kelolaan BPLDH mencapai 1,72 Miliar USD atau setara Rp30,81 Triliun.
Joko mengatakan, penghimpunan dana diprioritaskan dari luar negeri termasuk kompensasi iklim dari Norwegia senilai 216 Juta USD. Sementara pendanaan dari dalam negeri bersumber dari alokasi berbagai kementerian antara lain Kementerian Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kombinasi pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target penurunan emisi Indonesia pada 2030 dari 32% menjadi 41%.
Joko mengatakan untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan dana APBN karena punya banyak keterbatasan.
“Dari hasil hitungan di teman-teman Kementerian Keuangan, kapasitas APBN untuk bisa memenuhi target NDC (Nationally Determined Contribution) juga hanya bisa berkisar 15-25 per tahun, artinya gapnya terlalu besar,” ucap Joko sebagaimanan ditayangkan Nusantara Economic Updates, Senin (26/10/2026).
“Dan memang tidak harus bergantung hanya kepada APBN. Karena apa? Kalau kita bicara iklim, kita bicara satu pendekatan hak barang yang sifatnya global. Jadi pemerintah harus bisa mengakselerasi, memobilisasi pendanaan-pendanaan yang sifatnya non-APBN. Karena itu satu bentuk pertanggungjawaban bersama untuk bisa menjaga bumi.”
Dialog bersama Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto tentang biaya transisi hijau dapat Anda saksikan selengkapnya di Youtube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh