Nusantaratv.com- Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan bahwa ada skenario buruh mengepung istana pada 20 Oktober 2026. Ujung dari skenario tersebut, buruh berhasil dibubarkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Cerita itu diungkapkan Mahfud MD dalam Youtube Mahfud MD Official yang ditayangkan NTV Trend, di Nusantara TV, Rabu (4/11/2026).
“Persis 20 Oktober itu ada rencana demo buruh besar-besaran di HI dan mengepung istana. Iya. 20 Oktober kemarin,” ucap Mahfud.
Menurut Mahfud, saat itu kemudian Kapolri Jenderal Suyudi melakukan penyelidikan apa motif dibalik pengerahan massa pada 20 Oktober 2026 ke Istana.
“Di situlah terus diselidiki apa tujuan yang besar-besaran itu. Tujuannya nanti buruh turun semua. Lalu nanti yang mengamankan situasi Gibran, buruh akan pulang atas perintah Gibran, gitu. Itu senario yang didengar gitu. Sehingga ini dilacak ini ada tujuan apa gitu,” kata Mahfud.
Mahfud kemudian menceritakan momen pertemuan Presiden Prabowo saat bertemu Suyudi Ario Seto sebelum dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
“Suyudi, kamu jadi Kapolri. Ini mau ada gangguan terhadap pemerintahan. Bersihkan semua polisi yang kotor-kotor itu secepatnya. Sorenya, hari yang sama langsung 88 orang kan (dimutasi), dua hari berikutnya muncul lagi 190 sampai sekarang sudah lebih dari 500 orang yang sudah di sudah dimutasi,” ujar Mahfud.
“Kalau dilihat gelombangnya itu 2 Oktober 88 perwira, gelombang kedua 10 Oktober 199, lalu setelah itu 10, 5 dan hari ini tanggal 3 ya, berarti tanggal 2, hari ini beredar 264 (orang yang dimutasi.”




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh