Nusantaratv.com - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan kondisi di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, dalam setahun terakhir relatif aman dan kondusif.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri perayaan Imlek 2557/2026 di Batam dan dikutip pada Selasa, 17 Februari 2026.
"Selama satu tahun terakhir ini kan situasinya juga lebih cenderung, damai, peaceful, sehingga menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun," ujarnya.
Pulau Rempang sebelumnya ditetapkan sebagai satu dari tiga proyek percontohan (pilot project) baru oleh Kementerian Transmigrasi.
Program ini bertujuan memperkuat kawasan transmigrasi melalui pendekatan pendampingan modern dan pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.
Iftitah menekankan, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam pembangunan. Karena itu, pemerintah memilih memprioritaskan lokasi tertentu agar hasil pembangunan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari sarana pendidikan, layanan kesehatan, pasar, area pemakaman, ruang hiburan, hingga pusat interaksi budaya.
Fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan kawasan transmigrasi yang terpadu dan memiliki daya tarik ekonomi.
Dia menjelaskan, paradigma transmigrasi kini telah bergeser. Program tersebut tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan aktivitas usaha dan peluang kerja.
Dalam kesempatan itu, Iftitah juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan kapal bagi warga setempat.
"Ada 16 kapal nelayan yang sudah kami berikan kepada masyarakat dan harapannya mereka tidak hanya sekedar pindah ke tempat yang baru, tapi juga ada pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka," ungkap Iftitah.
(Sumber: Antara)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh