Menhut: Koordinasi dan Peran Publik Kunci Penurunan Karhutla di Indonesia

Menhut: Koordinasi dan Peran Publik Kunci Penurunan Karhutla di Indonesia

Nusantaratv.com - 06 Mei 2026

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di sela kegiatan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 6 Mei 2026. ANTARA/HO-Kemenhut RI. (Antara)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di sela kegiatan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 6 Mei 2026. ANTARA/HO-Kemenhut RI. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa sinergi antarkementerian dan lembaga, serta keterlibatan aktif masyarakat, menjadi faktor utama dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang kini menunjukkan tren penurunan.

“Kita menyaksikan bahwa angka karhutla dari tahun ke tahun Alhamdulillah terus menurun, termasuk ketika masa El Nino,” kata Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia juga menambahkan bahwa perbaikan tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang semakin solid antara pemerintah pusat dan daerah.

“Ini karena semakin membaiknya koordinasi antara kementerian dan lembaga serta pemerintah pusat dan daerah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” ujarnya menambahkan.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla pada 2015 tercatat mencapai 2,6 juta hektare.

Angka tersebut kemudian menurun menjadi 1,6 juta hektare pada 2019, dan kembali turun menjadi 1,1 juta hektare pada 2023.

“Tahun 2025 juga berhasil kita tekan dari sebelumnya tahun 2024 sebesar 376.805,05 hektare, menjadi 359.619,42 hektare,” kata Menhut.

Menurutnya, upaya pengendalian karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor.

“Ini merupakan bagian dari keinginan kita merobohkan ego sektoral, kita harus kerja sama, tanggung jawab bersama tidak boleh hanya dibebankan kepada satu institusi saja,” kata dia, dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam pencegahan sejak dini.

Keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di berbagai daerah dinilai efektif dalam membantu mendeteksi potensi kebakaran lebih awal, bersamaan dengan pemanfaatan teknologi pemantauan.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat aspek penegakan hukum.

Aparat penegak hukum dilibatkan untuk menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang terbukti melanggar ketentuan.

Melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Kementerian Kehutanan juga telah menjalankan berbagai langkah strategis, seperti peningkatan patroli terpadu, optimalisasi teknologi pemantauan titik panas (hotspot), serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan.

“Upaya pengendalian karhutla harus dilakukan secara terintegrasi dari pusat hingga daerah, dengan melibatkan masyarakat. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi faktor krusial dalam menekan angka kejadian karhutla,” katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close