Nusantaratv.com - Mazda tampaknya menyusul jejak banyak produsen otomotif global yang menunda peluncuran mobil listrik akibat permintaan pasar yang belum sesuai ekspektasi.
Berdasarkan laporan terbaru dari Jepang, seperti dikutip dari Carscoops, Rabu (21/1/2026), kendaraan listrik murni (BEV) pertama Mazda kemungkinan baru akan hadir paling cepat pada tahun 2029, mundur sekitar dua tahun dari rencana awal.
Mengutip Nikkei dan Nikkan Jidosha, Autonews melaporkan produksi mobil listrik khusus Mazda ditunda secara diam-diam.
Sebagai gantinya, pabrikan asal Hiroshima tersebut disebut akan lebih memfokuskan sumber dayanya pada pengembangan mobil hybrid, yang saat ini masih memiliki permintaan lebih stabil di pasar global.
Meski Mazda belum mengumumkan keputusan ini secara resmi, perusahaan juga tidak membantah laporan tersebut.
"Kami terus mengembangkan teknologi BEV berdasarkan strategi multi-solusi Mazda, dan akan menentukan waktu peluncuran dengan mempertimbangkan tren regulasi di setiap negara serta perubahan kebutuhan pelanggan," demikian juru bicara Mazda dalam pernyataannya kepada Autonews.
Pernyataan ini mengindikasikan jadwal peluncuran mobil listrik Mazda masih bersifat fleksibel dan berpotensi bergeser hingga setelah 2027.
Prototipe Tertangkap Kamera, Tapi Masa Depan Masih Tanda Tanya
Penundaan ini cukup mengejutkan, mengingat prototipe mobil listrik Mazda sempat tertangkap kamera sedang diuji di California pada akhir tahun lalu.
Kendaraan tersebut menggunakan bodi yang dimodifikasi dari Mazda CX-70 atau CX-90, dengan ciri khas gril tertutup sepenuhnya dan saluran udara yang diblokir, indikasi kuat sebuah mobil listrik.
Meski tampil besar, sumber menyebutkan ukurannya kurang lebih setara dengan CX-50, namun dengan bodi yang lebih ramping dari dugaan awal.
Mobil listrik ini rencananya akan dibangun di atas platform Skyactiv EV Scalable Architecture, yang pertama kali diperkenalkan pada 2021 dan awalnya dijadwalkan meluncur pada 2024.
Namun, rencana tersebut jelas meleset, dan ambisi Mazda untuk menghadirkan beberapa model EV berbasis platform ini pada periode 2025-2030 kini berada dalam ketidakpastian.
Pasar Global Berubah, Strategi Mazda Ikut Bergeser
Perubahan kondisi pasar menjadi salah satu faktor utama penundaan ini. Di Amerika Serikat (AS), kebijakan baru seperti kenaikan tarif impor dan penghapusan insentif pajak kendaraan ramah lingkungan telah menekan penjualan mobil listrik secara signifikan.
Situasi ini memaksa banyak produsen otomotif, termasuk Mazda, untuk meninjau ulang strategi elektrifikasi mereka.
Meski demikian, Mazda belum sepenuhnya meninggalkan pasar kendaraan listrik. Baru-baru ini, mereka memperkenalkan Mazda CX-6e di Eropa, sebuah SUV listrik hasil kolaborasi dengan mitra usaha patungan asal China, Changan.
Model ini memiliki kemiripan kuat dengan Deepal S07, menandakan bila Mazda masih mengambil pendekatan selektif dalam pengembangan EV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh