LPS: Kepercayaan Masyarakat Bagian Penting dalam Sistem Perbankan

LPS: Kepercayaan Masyarakat Bagian Penting dalam Sistem Perbankan

Nusantaratv.com - 23 September 2026

Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ridwan Nasution menjawab pertanyaan media usia hadir menjadi pembicara dalam gelar wicara (talkshow) Nusantara TV Goes to Campus bertajuk “Money Talk, No Stress” di UI, Depok
Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ridwan Nasution menjawab pertanyaan media usia hadir menjadi pembicara dalam gelar wicara (talkshow) Nusantara TV Goes to Campus bertajuk “Money Talk, No Stress” di UI, Depok

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ridwan Nasution menekankan kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem perbankan. 

Hal itu disampaikan Ridwan Nasution saat hadir menjadi pembicara dalam gelar wicara (talkshow) Nusantara TV Goes to Campus bertajuk “Money Talk, No Stress” di Balai Purnomo Prawiro, Kampus UI Depok, Selasa (22/9). Kegiatan merupakan hasil kolaborasi Universitas Indonesia (UI) bersama Nusantara TV. 

Ia juga membahas peran LPS dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Hal ini menjadi semakin relevan bagi generasi muda yang kini memiliki akses semakin luas terhadap berbagai layanan keuangan, termasuk perbankan digital.

Menurutnya, peningkatan akses keuangan perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi agar masyarakat tidak hanya mudah menggunakan produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta ketentuan yang berlaku. 

“Kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem perbankan. Karena itu, masyarakat perlu memahami mekanisme perlindungan simpanan dan memastikan setiap keputusan finansial didasarkan pada informasi yang benar,” jelas Ridwan.

Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ridwan Nasution bersama Direktur Utama Nusantara TV Randy Tampubolon

Pembahasan kemudian berlanjut dalam sesi talkshow “Mengelola Uang dan Keputusan Finansial”. Public Figure Davina Karamoy membagikan perspektif mengenai pentingnya membagi uang ke dalam beberapa pos agar pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah. Ia membaginya menjadi tiga, yaitu kebutuhan, tabungan, dan investasi.

Pembahasan mengenai investasi tersebut kemudian dilanjutkan oleh Founder DNA Finance Indonesia, Aliyah Natasya. Ia menyoroti berbagai krisis yang pernah terjadi sebagai pengingat bahwa kondisi ekonomi dapat berubah dan perlu diantisipasi sejak dini.

“Keputusan finansial perlu mempertimbangkan kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kondisi yang tidak terduga. Karena itu, saya ingin mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi, seperti melalui saham atau emas, sebagai persiapan untuk masa depan,” ujar Aliyah.

Pandangan tersebut kemudian diperluas oleh Dosen dan Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Dr. Anna Amalyah Agus, MBA, CFP. Ia menekankan bahwa investasi tidak hanya berkaitan dengan aset finansial, tetapi juga kemampuan diri yang perlu terus dikembangkan. “Aset yang paling penting bukan hanya aset finansial, tetapi juga kemampuan yang kita miliki. Karena itu, kita tetap perlu berinvestasi, meningkatkan skill, dan pada saat yang sama tetap menikmati kehidupan,” ujar Dr. Anna.

Pada akhirnya, pelaksanaan agenda “Nusantara TV Goes to Campus” menjadi upaya kolaboratif yang memperkokoh komitmen UI dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi dan layanan keuangan, tetapi juga menjadi individu yang kritis, adaptif, dan mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close