Keputusan Sulit, Sony PHK 900 Karyawan PlayStation

Nusantaratv.com - 28 Februari 2024

Ilustrasi. Sony PlayStation 5. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi. Sony PlayStation 5. (Foto: Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Sony melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 900 karyawan yang ada di divisi PlayStation

Jumlah PHK itu sekitar 8 persen dari total tenaga kerja Sony yang ada di seluruh Dunia. Demikian dilansir dari Gizmochina, Rabu (28/2/2024).  

Keputusan ini mempengaruhi berbagai studio PlayStation ternama secara global, seperti Insomniac Games, Naughty Dog, Guerrilla Games, dan Firesprite, yang menandai perubahan besar dalam strategi operasional Sony.

Keputusan ini juga diambil saat industri gim dan teknologi sedang menghadapi masa-masa yang penuh gejolak. Sony menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan teknologi yang telah melakukan PHK sebagai upaya efisiensi.

Inisiatif Sony ini sekaligus mencerminkan tren restrukturisasi yang lebih luas dalam sektor ini, yang bertujuan mempertahankan daya saing dan memastikan keberlanjutan jangka panjang.

Presiden dan CEO Sony Jim Ryan menyatakan keputusan yang diambil sangat sulit. Dia menekankan dampak global terhadap karyawan perusahaan, termasuk mereka yang berada di studio pengembangan paling penting. 

"Setelah pertimbangan yang sangat hati-hati dan diskusi dengan beberapa pimpinan yang sudah berjalan cukup lama, sangat jelas diperlukan sebuah langkah yang bisa melanjutkan bisnis dan perkembangan perusahaan terus berlanjut," tulis surat resmi Jim Ryan kepada karyawannya.

Karyawan yang terkena PHK tidak hanya dilakukan di satu wilayah saja tapi seluruh tempat di mana kantor PlayStation berada. Salah satu tempat yang paling terdampak adalah studio PlayStation London, Inggris. Studio ini dikenal dengan gim-gim PlayStation VR.

Ilustrasi. Sony PlayStation 5. (Foto: Reuters)

Hal ini juga menunjukkan penyelarasan kembali fokus pada area pertumbuhan masa depan seperti platform gim PC dan seluler. Keputusan PHK dilakukan menyusul performa bisnis Sony yang jauh dari target penjualan PlayStation (PS) 5, hingga mengakibatkan harga saham Sony terpuruk secara signifikan. 

Sony hanya bisa menjual 21 juta unit PS 5 pada tahun fiskal 2023 yang berakhir pada Maret 2024. Padahal, target awal yakni 25 juta unit konsol sampai ke konsumen.

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, perusahaan asal Jepang ingin memperluas cakupannya dengan berinvestasi dalam bisnis online dan sosial media, serta mendiversifikasi ketersediaan gimnya di luar konsol tradisional.

Diketahui, keputusan ini membuat Sony menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan teknologi yang telah melakukan PHK. Sebelumnya Zoom, Cisco, Google, Microsoft, Meta, hingga eBAy telah memangkas jumlah karyawan besar-besaran.

Dan upaya Sony menyederhanakan operasinya dan fokus pada kekuatan inti bertujuan untuk beradaptasi dengan perubahan dinamika pengembangan dan distribusi gim.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

(['model' => $post])