Kemenhut dan AFoCo Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Fokus Proyek Karbon dan Rehabilitasi Lahan

Kemenhut dan AFoCo Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Fokus Proyek Karbon dan Rehabilitasi Lahan

Nusantaratv.com - 02 April 2026

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Direktur Eksekutif AFoCo Park Chongho berfoto bersama usai pertemuan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI) (Antara)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Direktur Eksekutif AFoCo Park Chongho berfoto bersama usai pertemuan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia bersama Organisasi Kerja Sama Hutan Asia (AFoCo) terus memperkuat kolaborasi strategis di sektor kehutanan.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan proyek karbon, rehabilitasi lahan, serta pemberdayaan masyarakat melalui skema perhutanan sosial.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa pertemuan antara Kemenhut dan AFoCo menjadi bagian dari upaya diplomasi hijau yang dilakukan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Korea Selatan.

“Pertemuan Kemenhut-AFoCO merupakan upaya diplomasi hijau dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea Selatan,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 02 April 2026.

“Khususnya dalam mendorong kerja sama strategis di sektor kehutanan, termasuk organisasi kerja sama internasional yang berkantor pusat di Korea,” ujar dia menambahkan.

Penguatan kemitraan tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara Menhut Raja Antoni dan Direktur Eksekutif AFoCo, Park Chongho, yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan.

Dalam kesempatan itu, AFoCo memberikan apresiasi terhadap peran aktif Indonesia sejak resmi menjadi anggota pada tahun 2019.

Keikutsertaan Indonesia dinilai mampu meningkatkan posisi sektor kehutanan nasional di tingkat regional serta menjadi sarana efektif dalam mendorong pembangunan kehutanan berkelanjutan.

Raja Antoni mengungkapkan bahwa Direktur Park melihat adanya peluang besar untuk memperluas kerja sama ke depan, khususnya dalam pengembangan proyek karbon di Indonesia.

Potensi tersebut mencakup berbagai kawasan seperti perhutanan sosial, taman nasional, hingga area konsesi yang membutuhkan dukungan dalam penyusunan proyek serta dokumen sertifikasi karbon.

“Selain itu, AFoCO saat ini tengah mengembangkan skema pendanaan campuran (blended finance) untuk mendukung kegiatan penanaman kembali lahan terdegradasi yang dapat diklaim sebagai proyek karbon,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa AFoCo telah memperoleh status sebagai entitas terakreditasi pada Green Climate Fund, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi Indonesia untuk mengakses pendanaan internasional dalam pengembangan proyek kehutanan berkelanjutan.

Selain itu, AFoCo juga mendapatkan dukungan pembiayaan dari Rabobank untuk pengembangan proyek agroforestry carbon di kawasan Asia Pasifik. Skema ini diharapkan dapat diterapkan pula di Indonesia.

Menhut Raja Antoni menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus berperan aktif dalam pengembangan AFoCo, sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan hutan tropis terluas di Asia.

“Kemenhut berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan AFoCO dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan proyek karbon yang memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat,” ujar dia, dikutip dari Antara.

Sebagai langkah lanjutan, Kemenhut mengusulkan penguatan kelembagaan melalui penempatan Utusan Tetap (Permanent Representative) di kantor pusat AFoCo guna meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar lembaga.

“Kementerian Kehutanan juga mengundang AFoCO untuk mendukung pengelolaan Hutan Adat seluas 1,4 juta hektare yang telah ditargetkan untuk dikelola dalam lima tahun ke depan,” kata Raja Antoni.

Dukungan dari AFoCo diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam program perhutanan sosial, khususnya dalam mengatasi kendala akses pendanaan awal serta pendampingan teknis dalam penyusunan program kegiatan.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close