Nusantaratv.com-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi rekrutmen calon petugas haji yang beredar di luar kanal resmi. Seluruh pengumuman mengenai proses seleksi hanya akan disampaikan melalui situs web maupun akun media sosial resmi Kemenhaj. Informasi dari sumber lain dipastikan tidak resmi dan berpotensi menjadi modus penipuan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan hingga saat ini Kemenhaj belum membuka pendaftaran calon petugas haji. Karena itu, masyarakat diminta memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari kanal resmi kementerian.
“Kalau ingin tahu rekrutmen petugas haji, silakan ikuti laman-laman resmi atau website resmi dari Kementerian Haji dan Umrah atau platform-platform media sosial resmi Kemenhaj,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menjelaskan peringatan tersebut disampaikan karena belakangan banyak informasi mengenai seleksi petugas haji beredar di media sosial. Padahal, Kemenhaj belum mengumumkan ataupun membuka tahapan pendaftaran.
Dahnil menegaskan setiap informasi rekrutmen yang tidak berasal dari saluran resmi Kemenhaj patut dicurigai sebagai bentuk penipuan.
“Jadi kami ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat jangan sampai tertipu dengan iklan-iklan, dengan ajakan-ajakan di sosial media bahwasannya ada rekrutmen petugas haji,” kata dia.
Ia juga memastikan proses seleksi nantinya akan diumumkan secara terbuka melalui kanal resmi Kemenhaj tanpa memungut biaya apa pun dari peserta.
“Petugas haji akan diumumkan rekrutmennya melalui channel-channel resmi dari Kementerian Haji dan Umrah, dan rekrutmen petugas haji itu tidak dipungut biaya 1 rupiah pun,” kata dia.
Untuk penyelenggaraan haji musim 2027, Dahnil menyebut mekanisme rekrutmen akan diperketat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas petugas yang bertugas melayani jamaah.
Selain seleksi yang lebih ketat, seluruh calon petugas nantinya diwajibkan mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan.
“Kami akan melakukan perbaikan-perbaikan rekrutmen dan nanti semuanya harus dan wajib itu ikut pelatihan,” katanya, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan masyarakat yang berminat menjadi petugas haji harus mempersiapkan diri sejak dini, termasuk bersedia mengikuti pelatihan intensif di asrama haji selama satu bulan.
“Jadi siapapun di luar sana ingin menjadi petugas haji ikut tesnya, persiapkan diri, tapi juga harus bersiap masuk asrama. Istilah saya itu masuk barak selama satu bulan. Kalau tidak siap, anda tidak bisa menjadi petugas haji,” katanya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh