Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Pakar: Ini Kerja Konkret, Bukan Cuma Omon-Omon

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Pakar: Ini Kerja Konkret, Bukan Cuma Omon-Omon

Nusantaratv.com - 23 Februari 2026

Founder Freedom Institute, Rizal Mallarangeng. (Foto: Istimewa)
Founder Freedom Institute, Rizal Mallarangeng. (Foto: Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Indonesia dipercaya menempati posisi Wakil Komandan dalam International Stabilization Force (ISF) sebagai bagian dari inisiatif Board of Peace (BoP) untuk mendukung stabilisasi dan rekonstruksi Palestina, khususnya Gaza.

Pemerhati politik luar negeri Rizal Mallarangeng menilai kepercayaan tersebut sebagai kehormatan besar sekaligus bukti Indonesia tidak lagi berada di pinggiran percaturan geopolitik global.

"Ya, saya kira dan ini terus terang saya harus katakan, saya dari ketinggian 10 ribu kaki di atas India ini, menyampaikan harapan dan salam, tapi saya kira kehormatan besar tuh, kita diberikan kesempatan jadi wakil komandan," kata Rizal Mallarangeng saat perjalanan pulang usai menghadiri KTT BoP di Washinton DC, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Celi, sapaan akrab Rizal Mallarangeng, posisi Wakil Komandan Perdamaian ISF merupakan pengakuan atas kapasitas dan kredibilitas Indonesia dalam misi perdamaian internasional.

"Ini luar biasa, harus bintang 3 tuh, untuk menjadi pasukan perdamaian dan dekonstruksi di Palestina. Ini peran internasional yang konkret sesuai dengan perintah konstitusi, bebas, aktif, dan turut serta menciptakan perdamaian dunia," jelas founder Freedom Institute ini.

Dia menegaskan, keterlibatan Indonesia bukan sekadar simbolik. "Ini bukan cuma omon-omon, ini kerja konkret yang harus dilakukan, dan sebuah kehormatan bagi bangsa kita untuk melakukan itu," sambungnya.

Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF juga dinilai sebagai wujud nyata implementasi politik luar negeri bebas dan aktif sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Celi pun mengajak publik untuk melihat partisipasi ini sebagai langkah strategis yang harus diberikan kesempatan agar  membuahkan hasil.

"Ya, paling penting sekarang ini bukan sikap yang sinikal dan bukan sikap yang salah melulu. Tetapi bersikap optimistik justru kita berharap dan kita bangga bahwa Indonesia menjadi negara yang dihargai, diberi tempat yang tinggi untuk berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai belah dunia, dalam hal ini di Gaza dan Palestina," jelasnya.

Dengan mandat tersebut, Indonesia dinilai semakin menegaskan posisinya sebagai pemain aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Sebab, Indonesia dalam forum Board of Peace merupakan bagian dari inisiator, bukan pemain pinggiran. 

"Kita tidak jadi pemain pinggiran. We are on the table. Maksudnya kita bukan dalam menu, kita peserta aktif," tutupnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close