Indonesia–China Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV dan Pengembangan Dalam Negeri

Indonesia–China Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV dan Pengembangan Dalam Negeri

Nusantaratv.com - 14 April 2026

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Taruna Ikrar dalam wawancara dengan XInhua di Jakarta, 10 April 2026. (ANTARA/Xinhua/Zulkarnain) (Antara)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Taruna Ikrar dalam wawancara dengan XInhua di Jakarta, 10 April 2026. (ANTARA/Xinhua/Zulkarnain) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan China untuk memperluas akses vaksin human papillomavirus (HPV) sekaligus mempercepat pengembangan vaksin dalam negeri.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan bahwa vaksinasi HPV menjadi salah satu prioritas nasional, mengingat tingginya angka kanker serta besarnya jumlah penduduk Indonesia.

"Indonesia memiliki hampir 300 juta penduduk dan lebih dari 17.000 pulau, yang menciptakan berbagai tantangan unik dalam menyediakan layanan kesehatan dan vaksin," ujar Taruna.

Ia menjelaskan bahwa imunisasi masih menjadi garda terdepan dalam perlindungan kesehatan masyarakat, dengan vaksin HPV sebagai salah satu pilar utama dalam upaya melindungi perempuan.

Kanker serviks hingga kini masih menjadi persoalan serius di Indonesia.

Untuk menanggulanginya, BPOM telah mendorong penggunaan vaksin HPV 9-valen yang memiliki tingkat efektivitas lebih dari 90 persen dalam mencegah infeksi.

Untuk mempercepat ketersediaan vaksin tersebut, Indonesia menjalin kerja sama lebih erat dengan China serta berbagai mitra internasional melalui transfer teknologi dan pertukaran pengetahuan praktis.

Para staf laboratorium perusahaan biofarmasi Indonesia, Etana, bekerja di Jakarta, Indonesia, 10 April 2026. (ANTARA/Xinhua/Zulkarnain) (Antara)

Taruna menilai kolaborasi dengan perusahaan bioteknologi dari China telah memberikan kontribusi signifikan.

Menurutnya, kemitraan ini memungkinkan Indonesia tidak perlu memulai pengembangan dari tahap awal.

Selain membuka akses terhadap teknologi mutakhir, kerja sama tersebut juga memperkuat kapasitas produksi vaksin di dalam negeri.

Lebih lanjut, Taruna menjelaskan bahwa kolaborasi ini berkembang dalam bentuk ekosistem bertingkat, yang melibatkan kerja sama antar pemerintah, sektor bisnis, hingga lembaga akademik.

"Saya selalu mengatakan kolaborasi lebih baik daripada kompetisi. Jika kita berkolaborasi, semua pihak akan menang," kata Taruna, dikutip dari Antara.

Dengan hubungan yang telah terjalin lama antara Indonesia dan China, ia optimistis kerja sama di sektor kesehatan akan terus berkembang di masa depan.

Ia pun menilai kedua negara memiliki kedekatan yang kuat layaknya sebuah keluarga.

"Saya percaya Indonesia dan China, dari pemerintah, institusi, universitas, maupun masyarakatnya, ibarat sebuah keluarga," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close