Harga Chip Memori Melonjak, Pasar Smartphone Terancam Krisis Besar di 2026

Harga Chip Memori Melonjak, Pasar Smartphone Terancam Krisis Besar di 2026

Nusantaratv.com - 04 Februari 2026

Ilustrasi. Pasar smartphone global diperkirakan akan memasuki periode ketidakstabilan tertinggi pada awal 2026. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi. Pasar smartphone global diperkirakan akan memasuki periode ketidakstabilan tertinggi pada awal 2026. (Foto: Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pasar smartphone global diprediksi memasuki fase paling tidak stabil pada awal 2026. 

Pemicunya adalah lonjakan tajam dan berkepanjangan harga chip memori yang mulai mengguncang seluruh rantai industri smartphone, dari segmen menengah hingga flagship.

Dilansir dari Gizmochina, Rabu (4/2/2026), Informan teknologi ternama, Digital Chat Station, mengungkapkan dampak kenaikan harga ini sudah terasa nyata.

Sejumlah ponsel kelas menengah dilaporkan hampir ditarik dari peredaran, sementara pengembangan ponsel unggulan generasi terbaru menghadapi ketidakpastian serius.

Masalah ini tak sekadar menaikkan biaya bill of materials (BOM), tetapi juga mengacaukan peta jalan peluncuran berbagai merek. Tim internal produsen terpaksa meninjau ulang strategi, menunda jadwal rilis, hingga memangkas portofolio produk. 

Bahkan Apple disebut ikut merasakan tekanan, menyusul kenaikan harga memori LPDDR hingga 100% oleh pemasok utama seperti Samsung dan SK Hynix. Akibatnya, beberapa ponsel entry-level yang dirilis pada akhir 2025 berpotensi dihentikan produksinya lebih cepat dari rencana. 

Penerusnya pun ditunda hingga pertengahan 2026 atau lebih lambat, dengan harga jual yang diperkirakan jauh lebih tinggi saat akhirnya meluncur. Digital Chat Station menambahkan, sejumlah tim pengembangan kini memandang peluncuran smartphone baru sebagai risiko finansial besar. 

Beberapa merek bahkan memilih menghentikan sementara pengembangan flagship generasi berikutnya. Kekhawatiran pun meningkat dimana sebagian produsen bisa mundur dari pasar regional tertentu demi menekan kerugian.

Dalam unggahan lain pada akhir Januari, segmen kelas menengah, khususnya rentang harga 2.000-2.500 yuan (sekitar Rp4,83 juta - Rp6 juta), disebut sebagai yang paling rentan. 

Indikasinya mulai terlihat jelas, yakni diskon peluncuran ponsel berbasis Snapdragon 8 Elite generasi awal menghilang, selisih harga antara varian 256GB dan 512GB melebar hingga lebih dari 400 yuan, sementara opsi 1TB nyaris lenyap dari pasaran.

Tak hanya itu, beberapa model dilaporkan memangkas volume produksi hanya beberapa minggu setelah dirilis. Ada pula perangkat yang bahkan tak pernah lolos dari tahap prototipe karena tekanan biaya yang terlalu tinggi.

Dengan harga komponen yang semakin volatil dan margin keuntungan yang kian menipis, tahun 2026 diperkirakan bukan lagi soal adu inovasi, melainkan pertarungan bertahan hidup. 

Persaingan spesifikasi bisa berubah menjadi seleksi alam industri, menentukan merek smartphone mana yang mampu bertahan hingga kondisi pasar kembali stabil.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close