Nusantaratv.com - Bendahara Umum Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira), Dimpos Valentino Tampubolon, menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam jalur yang cukup kuat dan terkendali di tengah berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas dunia.
Menurut Dimpos, sejumlah kebijakan strategis yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui reformasi tata kelola, penguatan devisa negara, serta peningkatan transparansi sektor strategis.
“Saya melihat pemerintah sedang melakukan langkah-langkah berani dan terukur untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), penguatan pengawasan devisa hasil ekspor, hingga pembenahan di sektor perpajakan dan bea cukai merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola ekonomi secara menyeluruh,” ujar Dimpos Tampubolon.
Pemerintah telah memulai masa transisi kebijakan ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang bertujuan meningkatkan transparansi perdagangan, mencegah praktik under invoicing, memperkuat pengawasan ekspor, serta mengoptimalkan penerimaan negara dan devisa hasil ekspor. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar Indonesia sebagai salah satu produsen utama komoditas dunia.
Selain itu, langkah pembenahan dan restrukturisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius memberantas kebocoran penerimaan negara dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi fiskal.
Dimpos juga mengingatkan bahwa berbagai kebijakan strategis tersebut tentu membutuhkan pengawasan yang ketat, transparansi, serta evaluasi berkelanjutan agar tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai secara optimal.
“Setiap kebijakan besar pasti memiliki tantangan dan kritik. Namun yang terpenting adalah memastikan tata kelolanya berjalan transparan, profesional, dan akuntabel. Jika dijalankan dengan baik, langkah-langkah ini berpotensi memperkuat cadangan devisa, meningkatkan penerimaan negara, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang,” katanya.
Di tengah berbagai dinamika global, Dimpos optimistis Indonesia memiliki modal kuat untuk terus tumbuh. Kinerja konsumsi domestik yang tetap solid, sektor industri pengolahan yang terus berkembang, program hilirisasi yang berlanjut, serta reformasi tata kelola ekonomi menjadi faktor penting yang menopang optimisme tersebut. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,4–5,6 persen.
“Gekira mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan nasional, memperkuat kedaulatan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita harus optimistis bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan bahkan dunia,” tutup Dimpos Tampubolon.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh