Nusantaratv.com-Ketua Umum PB Percasi Grand Master (GM) Utut Adianto meminta kepada para pecatur senior untuk melatih 10 pecatur junior putra-putri. Langkah ini diharapkan dapat mengakselerasi kemampuan para pecatur junior untuk dapat bersaing di pentas internasional.
Permintaan tersebut disampaikan Utut dalam sambutannya saat menutup turnamen catur cepat Ramadhan Cup 2026 yang berlangsung di Wisma Kemenpora Jakarta, 7-8 Maret.
"Ramadhan Cup ini sudah 20 kali diselenggarakan sejak 2004. Sempat vakum dua tahun pada 2021 dan 2022 karena pandemi Covid-19. Desember nanti ada Christmas Cup. Ini bagian dari kegembiraan kita," ujar Utut Adianto.
Utut mengaku senang dengan antusiasme pecatur dari berbagai daerah untuk mengikuti Ramadhan Cup khususnya para pecatur junior yang jumlahnya sangat banyak.
Ia menceritakan Kejurnas Catur Junior pertama diselenggarakan pada 1975 atau 51 tahun lalu. Dengan banyaknya jumlah pecatur junior sekarang ini menjadi bukti olahraga catur terus berkembang dan diminati oleh generasi muda.
"Sekarang juniornya segini banyak. Inilah tanggung jawab kita untuk mengakselerasi potensi mereka," tandasnya.
Sejalan dengan misi tersebut, Utut pun meminta kepada para pecatur senior (di atas 60 tahun) untuk melatih pecatur junior. Setiap pemain senior minimal harus membina 10 pemain junior yang terdiri dari 5 putra dan 5 putri.
"Karena PB Percasi memiliki keterbatasan untuk melakukan itu. Supaya tidak membebani secara pembiayaan sebaiknya para pecatur junior yang dilatih yang domisilinya dekat dengan rumah pemain senior," tuturnya.
Baca juga: Utut Adianto Tak Ingin Maju Lagi, PB Percasi Siap Gelar Munas Memilih Ketua Umum Baru 2026-2030
Guna memaksimalkan konsep pembinaan 'senior bantu junior' dalam waktu dekat PB Percasi akan menggelar dwi tarung antara pecatur senior melawan pecatur junior bertajuk 'Veteran vs Young Stars' di Bandung, Jawa Barat.
Utut optimistis konsep pembinaan yang efektif dan efisien ini ke depan dapat melahirkan pecatur yang kuat dan hebat yang bakal mengharumkan nama Indonesia di jagat catur dunia.
Sementara itu, dari arena pertandingan Ramadhan Cup yang berakhir hari ini. Terjadi persaingan sengit perebutan gelar juara di kategori Open dan U16 Putri. Sampai babak terakhir atau babak 9 beberapa pemain membukukan poin yang sama. Alhasil penobatan pemenang harus ditentukan dengan penilaian tiebreak.
International Master (IM) Yoseph Theolifus Taher (Jawa Barat) tampil sebagai juara kategori Open berkat keunggulan tiebreak 50 berbanding 48,5 atas peringkat kedua Grand Master Novendra Priasmoro (Jakarta) dan 46,5 dengan peringkat ketiga IM Gilbert Elroy Tarigan (Jakarta) yang sama-sama mengemas 8 poin.
Kemudian di kategori U16 Putri, gelar juara disandang Alysha Putri Abdullah (Banten) setelah unggul tiebreak 43,5 berbanding 41 atas Baby Benita Sabana (Banten) yang juga mengoleksi 8 poin. Peringkat ketiga diraih AFM Arini Angelina Lovly (Jabar) 6,5 poin.
Selanjutnya di kategori Wanita, Women International Master (WIM) Shafira Devi Herfesa (DI Yogyakarta) menjadi juara dengan raihan 7,5 poin, disusul WCM Clementia Adeline (Jakarta) 7 poin di peringkat kedua dan WFM Yemi Jelsen (Jabar) 6,5 poin di peringkat ketiga.
Lalu, MN Kenny Horasino Bach (DI Yogyakarta) berhak atas gelar juara di kategori U16 Putra dengan 8 poin. Peringkat kedua diduduki Almagro Hasian Gultom (Jakarta) dengan 7,5 poin dan I Kadek Dhanvant Keene Anggaswara (Banten) dengan 7 poin di peringkat ketiga.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh