Nusantaratv.com-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya pengurangan ketergantungan terhadap transportasi darat berbasis energi fosil sebagai langkah strategis menekan emisi karbon nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam keynote speech pada acara Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026 yang digelar di Nusantara Ballroom, Rabu, 4 Februari 2026.
AHY mengungkapkan bahwa emisi karbon nasional hingga saat ini masih didominasi oleh sektor energi.
“55 persen masih didominasi sektor energi emisi karbon, karena kita masih menggunakan fosil untuk kendaraan,” ujar AHY.
Selain sektor energi, AHY menyebut sektor transportasi juga memberikan kontribusi besar terhadap emisi karbon nasional. Menurutnya, sektor ini menyumbang sekitar 22 persen emisi karbon.
“22 persen sektor transportasi. Ratusan juta kendaraan mengaspal setiap hari, mobil, truk,” katanya.
Berdasarkan kondisi tersebut, AHY menilai pengurangan emisi karbon harus dimulai dengan mengurangi ketergantungan pada transportasi darat.
“Jadi logikanya, kalau kita mau ngurangi emisi karbon maka kita harus mengurasi ketergantungan kita pada sektor transportasi darat,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya pengembangan moda transportasi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Maka kita harus kembangkan sektor transportasi laut, udara dan kereta,” kata AHY.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menyinggung berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat sektor perkeretaapian.
“Itu makanya kita mereaktivasi rel, kita kembangkan Trans Sumatera, Trans Sulawesi railway sistem bukan hanya untuk manusia tapi angkut logistik dan mineral,” ujarnya.
AHY menambahkan bahwa besarnya emisi dari sektor transportasi menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mempercepat transformasi sistem transportasi nasional.
“188 juta ton yang diproduksi dari sektor transportasi setiap tahunnya,” kata AHY.
Menurutnya, peralihan ke moda transportasi yang lebih berkelanjutan bukan hanya penting bagi efisiensi pembangunan, tetapi juga menjadi kunci dalam menekan laju emisi karbon dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh