Nusantaratv.com-Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa proses restrukturisasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan diawasi secara ketat. Penataan tersebut akan mengacu pada laporan keuangan yang menggambarkan kondisi perusahaan secara presisi dan sesuai keadaan sebenarnya.
"Kita yang realistis saja, gak mau yang akal-akalan. Yang gak ada nanti caranya beda lagi," ujar Dony dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Dony membahas rencana tersebut bersama jajaran direksi WIKA dalam pertemuan yang secara khusus membicarakan strategi restrukturisasi perusahaan.
Ia meminta seluruh proses pembenahan menggunakan data dan angka yang benar-benar menunjukkan posisi WIKA. Pemetaan kondisi aktual menjadi tahap awal agar solusi yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dapat diterapkan secara efektif.
Menurut Dony, perusahaan perlu mengetahui secara jelas kebutuhan yang harus dipenuhi, termasuk kewajiban yang masih harus diselesaikan serta kemampuan WIKA dalam memenuhi kewajiban tersebut.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat restrukturisasi tidak sebatas memperbaiki pencatatan administratif. Upaya itu juga ditujukan untuk menghasilkan perbaikan kondisi keuangan yang dapat dirasakan secara nyata.
"Kita ingin tahu dulu realnya berapa yang harus diperbaiki. Kita mau tahu sebenarnya yang dibutuhkan, mampunya yang real (kondisi keuangan) yang immediately bisa kita collect," ujar Dony, dikutip dari Antara.
Keakuratan laporan keuangan menjadi bagian penting dalam proses penataan WIKA. Data yang tepat diperlukan untuk menentukan langkah pembenahan berdasarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya.
Selain membenahi laporan keuangan, Danantara juga akan mendorong optimalisasi sejumlah aset WIKA yang berpotensi untuk didivestasi. Pemanfaatan aset tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan mengurangi kewajiban utang sekaligus memperbaiki struktur keuangannya.
Dengan mengacu pada kondisi aktual perusahaan, restrukturisasi WIKA diarahkan untuk memperkuat fundamental bisnis. Upaya tersebut mencakup pengurangan beban kewajiban dan penciptaan kondisi keuangan yang lebih sehat agar perusahaan memiliki ruang untuk meningkatkan kinerja serta menjaga keberlanjutan bisnis.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh