Danantara Kaji Penggabungan Pertagas dan PGN

Danantara Kaji Penggabungan Pertagas dan PGN

Nusantaratv.com - 01 Oktober 2026

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 September 2026. (Antara)
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 September 2026. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Danantara Indonesia tengah mengkaji penataan struktur perusahaan gas, termasuk opsi penggabungan PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Kajian tersebut dilakukan untuk menentukan bentuk korporasi yang dinilai memberikan manfaat optimal bagi Indonesia.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, terdapat beberapa alternatif yang sedang dipelajari. Namun, ia memastikan belum ada keputusan mengenai perusahaan yang nantinya akan berperan sebagai induk usaha atau holding.

"Ini sedang kita kaji, bagaimana nanti polanya. Tetapi yang paling penting adalah perusahaan gas kita nanti akan main di midstream dan downstream," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Ia menjelaskan, pembahasan mencakup berbagai kemungkinan susunan perusahaan, baik Pertagas, PGN, maupun entitas lain yang berkaitan dengan bisnis gas. Penentuan skema akan dilakukan setelah seluruh pilihan ditelaah. 

"Saya belum bisa sampaikan mana yang akan menjadi (holding).. Ini ada beberapa pilihan struktur yang kita lakukan, mana yang terbaik nantinya antara Pertagas, PGN dan lain sebagainya. Ini sedang kita lakukan, intinya mana yang terbaik untuk Indonesia," ujarnya, dikutip dari Antara.

Dony menegaskan, setiap alternatif akan dikaji dengan memperhitungkan biaya dan manfaat (cost and benefit). Hasil perbandingan tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menentukan struktur perusahaan yang akan diterapkan.

Di luar penataan korporasi, transformasi bisnis gas juga difokuskan pada penguatan kegiatan midstream dan downstream. Salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah memperluas penyaluran gas melalui jaringan pipa hingga ke rumah tangga.

Pemerintah juga berencana menguji penyaluran compressed natural gas (CNG) secara langsung ke rumah-rumah di sejumlah kota. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya gas dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan terhadap LPG impor.

Menurut Dony, Indonesia memiliki sumber daya gas yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi. Namun, kebutuhan LPG nasional masih banyak bergantung pada pasokan dari luar negeri. Oleh karena itu, pembaruan model bisnis dan pengembangan infrastruktur gas diperlukan agar potensi domestik dapat digunakan secara lebih maksimal.

"Bayangkan berapa banyak subsidi dari LPG yang kita lakukan dan juga devisa kita harus mengimpor. Nah ini memang transformasi panjang yang kita lakukan dan satu-satu kita ubah bisnis modelnya," imbuhnya.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close