Nusantaratv.com-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa dua Kapal Riset Nasional (Krisna) yang akan dibangun melalui kerja sama dengan Prancis akan dilengkapi berbagai teknologi modern guna mendukung penelitian kelautan Indonesia.
Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, menjelaskan hal tersebut usai penandatanganan kontrak pembangunan Kapal Riset Nasional Krisna di Jakarta, Kamis. Dua kapal yang akan dibangun terdiri atas kapal riset pesisir (coastal research vessel) dan kapal riset penjelajah samudra (ocean going research vessel).
Menurut Nugroho, kehadiran kedua kapal tersebut akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memetakan biodiversitas laut Nusantara secara lebih komprehensif.
"Bedanya, peralatan yang kita install lebih canggih untuk bisa memetakan kedalaman laut secara keseluruhan, mengambil sampel-sampel biota, geologi, dan juga batuan," kata Nugroho.
Ia menjelaskan, teknologi yang terpasang nantinya memungkinkan para peneliti melakukan berbagai penelitian geosains dan biodiversitas laut, termasuk menggunakan metode free stock assessment serta environmental DNA langsung dari atas kapal.
Selain itu, kedua kapal riset tersebut juga akan berfungsi sebagai platform penelitian yang dapat mengoperasikan beragam peralatan canggih, seperti Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Unmanned Vehicle (AUV), Ocean Bottom Seismometer (OBS), ocean bottom hydrophone, ocean bottom electromagnetic, dan berbagai instrumen penelitian lainnya.
"Dengan menggunakan kedua kapal ini kita ingin melangkah lebih jauh menjadi pemain global dalam bidang riset ilmiah kelautan," ujar Nugroho.
Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa riset dan inovasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, eksplorasi sumber daya laut yang berkelanjutan dan upaya mitigasi berbagai potensi bahaya maritim sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan sektor kelautan.
Arif menambahkan, keberadaan kapal riset baru tersebut diharapkan dapat memperkaya data dan penelitian mengenai laut Indonesia. Saat ini, wilayah laut Indonesia yang telah berhasil dipetakan masih kurang dari 19 persen dari keseluruhan kawasan perairan nasional.
"Kapal riset memainkan peran mendasar dalam riset dan inovasi maritim karena berfungsi sebagai laboratorium ilmiah bergerak yang memungkinkan pengumpulan data, pengujian teknologi, dan observasi langsung terhadap lingkungan laut," katanya, dikutip dari Antara.
"Data dan informasi yang diperoleh oleh kapal riset modern sangat penting untuk kebijakan maritim, pengelolaan sumber daya, perlindungan lingkungan, dan tanpanya pengembangan teknologi tidak akan tersedia," tambah Kepala BRIN Arif Satria.
Dua kapal Krisna tersebut akan dibangun oleh perusahaan galangan kapal asal Prancis, Piriou. Proyek pembangunan kapal riset ini memperoleh dukungan pendanaan dari Agence Française de Développement (AFD) dengan nilai kontrak mencapai 82 juta euro.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh