BRIN Kenalkan Petasol, BBM dari Limbah Plastik untuk Atasi Krisis Energi

BRIN Kenalkan Petasol, BBM dari Limbah Plastik untuk Atasi Krisis Energi

Nusantaratv.com - 28 April 2026

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria saat meninjau uji coba Petasol di Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (24/4/2026). ANTARA/HO-BRIN (Antara)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria saat meninjau uji coba Petasol di Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (24/4/2026). ANTARA/HO-BRIN (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan inovasi bahan bakar alternatif bernama Petasol, yakni bahan bakar hasil pengolahan limbah plastik menggunakan teknologi pirolisis melalui mesin Pieolisis Fastpol Gen 5.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa inovasi ini hadir sebagai solusi atas tantangan energi sekaligus permasalahan lingkungan.

Ia mengatakan, “Terobosan ini menjadi solusi untuk menjawab tantangan krisis energi, sekaligus permasalahan sampah plastik,” kata Kepala BRIN Arif Satria dalam keterangan di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Arif menjelaskan bahwa mesin tersebut mampu mengolah berbagai jenis limbah plastik seperti LDPE, HDPE, PP, dan PS, bahkan dalam kondisi basah maupun kotor.

Dalam uji coba yang dilakukan di Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Jumat, 24 April 2026, bahan bakar hasil olahan ini telah digunakan untuk mengoperasikan perahu nelayan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Petasol memiliki potensi untuk langsung dimanfaatkan di sektor perikanan.

Menurut Arif, pengembangan Petasol merupakan langkah strategis dalam merespons ancaman krisis energi dengan mengubah limbah plastik menjadi sumber energi yang berguna, termasuk untuk mendukung aktivitas nelayan serta alat-alat pertanian.

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, Tri Martini Patria, menjelaskan bahwa inovasi ini memberikan manfaat luas, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Ia menyatakan, “Pemanfaatan limbah plastik melalui teknologi pirolisis ini mampu mengurangi emisi CO2e hingga 79 persen dibandingkan pembakaran terbuka. Selain itu, dari sisi ekonomi, terdapat potensi keuntungan hingga sekitar Rp4.700 per liter bahan bakar yang dihasilkan,” paparnya, dikutip dari Antara.

Tri juga mengungkapkan bahwa kualitas bahan bakar Petasol telah melalui pengujian laboratorium dan memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk standar Diesel 48 dan 51, sehingga aman digunakan untuk kendaraan maupun mesin.

Lebih lanjut, ia menambahkan potensi penerapan teknologi ini dalam skala masyarakat.

“Teknologi ini juga dapat diterapkan dalam skala komunitas. Dengan mesin pirolisis berkapasitas 50 kilogram, pengolahan ini dapat membantu menangani sampah plastik dari sekitar 1.000 Kepala Keluarga. Sehingga Petasol ini berpotensi menjadi solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” tutur Tri Martini Patria.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close