Biodiesel B50 Segera Diluncurkan, Prabowo Targetkan Stop Impor Solar

Biodiesel B50 Segera Diluncurkan, Prabowo Targetkan Stop Impor Solar

Nusantaratv.com - 24 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026. (Foto: Antara)
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026. (Foto: Antara)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan target Indonesia untuk mencapai swasembada energi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

Salah satu langkah yang akan segera dijalankan pemerintah adalah peluncuran biodiesel B50 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.

Di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari 38 provinsi, dia menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

"Kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi. Bulan Juli ini, beberapa hari lagi, kita akan launching B50. B50, solar, akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri," kata Presiden Prabowo di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari 38 provinsi saat acara PENAS KTNA XVII di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026 siang.

Menurut Prabowo, penerapan B50 diyakini akan memberikan dampak penghematan yang signifikan bagi negara. Ia bahkan memperkirakan Indonesia dapat mencapai kemandirian energi dalam beberapa tahun ke depan.

"Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai ketahanan energi menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia. Kemandirian dalam sektor energi dianggap mampu melindungi masyarakat dari dampak gejolak global, termasuk gangguan pasokan minyak dunia maupun persoalan pada jalur distribusi energi internasional seperti yang terjadi di kawasan Selat Hormuz.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan optimistis program biodiesel B50 dapat mulai diterapkan pada awal Juli 2026.

"Insya Allah, kami sangat optimis untuk implementasi perilisan B50 itu akan dilakukan nanti pada 1 Juli. Dengan demikian, itu akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar, khususnya C48," kata Bahlil di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Bahlil menjelaskan seluruh persiapan teknis menuju implementasi B50 telah melalui berbagai tahapan pengujian dan menunjukkan hasil yang memuaskan. Uji coba tersebut mencakup beragam jenis kendaraan dan alat operasional.

Saat ini, B50 telah diuji pada alat berat, kapal, kereta api, kendaraan tambang, ekskavator, hingga berbagai peralatan pertanian sebagai bagian dari persiapan penerapan secara nasional.

(Sumber: Antara)

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close