Nusantaratv.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia.
"Dari program unggulan, ini (MBG) yang paling atas, karena setiap ada acara dan setiap kegiatan, Presiden Prabowo Subianto senantiasa menyampaikan perihal makan bergizi," ujar Sony dalam keterangannya di Jakarta.
Sony menjelaskan, ketika Presiden menyinggung MBG dalam berbagai agenda kenegaraan, hal itu bukan sekadar bentuk kebanggaan terhadap program pemerintah, melainkan mencerminkan nilai besar yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi bangsa.
Karena itu, menurutnya, MBG memiliki arti strategis yang jauh melampaui program pemberian makanan semata.
Baca Juga: BGN Sabet Penghargaan Nusantara Sustainability Award 2026 Kategori Ekonomi Berdampak Lokal
Dia mengajak seluruh pelaksana program untuk menjalankan tugas dengan rasa bangga sekaligus penuh tanggung jawab.
Sony menekankan setiap pihak yang terlibat dalam program ini memegang peran krusial yang dapat memberikan dampak luas bagi arah pembangunan nasional ke depan.
"Oleh karena itu, kita duduk di sini harus penuh dengan kebanggaan. Saya berdiri di sini sangat bangga karena saya berada pada titik kegiatan yang bisa berpengaruh dan mempunyai spektrum yang sangat luas dalam menentukan bangsa Indonesia ke depan. Kita harus bangga," katanya.
Dalam konsolidasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Provinsi Lampung, Sabtu, 14 Februari 2026, Sony juga mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen menyukseskan pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal dan berkelanjutan.

Arsip - Peserta didik di salah satu sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menyantap menu program MBG. (Foto: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan)
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Saeful, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam implementasi MBG di wilayah tersebut.
"Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang ada di Provinsi Lampung, mulai dari BGN, pemerintah daerah, mitra, yayasan, dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang turun langsung untuk menyukseskan program MBG di Lampung," ujarnya.
Hingga Selasa, 10 Februari 2026, di Provinsi Lampung telah terbentuk sekitar 1.007 SPPG dengan cakupan sekitar 2,7 juta penerima manfaat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan bahan pangan di Lampung dinilai relatif aman, harga tetap stabil, dan distribusi makanan sebagian besar berjalan sesuai ketentuan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh