Nusantaratv.com- Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kepada Danantara untuk tidak mudah dilobi oleh Singapura terkait harga ekspor gas.
Pernyataan itu disampaikan oleh Bahlil Lahadalia sebagaimana tayangan Nusantara Economic Updates Selasa (3/11/2026).
“Saya minta untuk Danantara enggak boleh di lobi untuk mau mengikuti agar harga bisa turun. Karena ESDM sudah membuat perhitungan harganya sesuai dengan apa yang sudah kita sampaikan proposalnya,” ujar Bahlil.
Bahlil menegaskan, jika harga ekspor gas ke Singapura tidak cocok maka Indonesia akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga: Nusantara Economic Updates: Bahlil Setop Ekspor Listrik ke Singapura Kalau Harganya Nggak Cocok
“Selama harganya cocok, selama harganya cocok ikuti harga kita memungkinkan dong. Tapi kalau harganya tidak cocok, kalau harganya tidak cocok, kami akan memprioritaskan untuk kebutuhan di dalam negeri itu. kita harus memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan kita,” tegas Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menegaskan tidak akan segan-segan mengevaluasi hingga menghentikan kontrak ekspor gas bumi ke negara tetangga yang tidak menghargai kedaulatan Indonesia.
Hal tersebut ditunjukkan Bahlil terhadap Singapura, dimana Indonesia telah memotong kuota pasokan gas pipa ke Singapura sebesar 8% (dikurangi 31 BBTUD dari total kontrak 409,55 BBTUD). Pasokan yang dipotong tersebut dialihkan untuk memenuhi kebutuhan industri domestik di Batam dan Bintan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh