Bahlil: Peresmian Kilang Balikpapan Menunggu Jadwal Presiden Prabowo

Bahlil: Peresmian Kilang Balikpapan Menunggu Jadwal Presiden Prabowo

Nusantaratv.com - 17 Desember 2025

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela acara "Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi" di Jakarta, Senin, 8 Desember 2025. (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela acara "Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi" di Jakarta, Senin, 8 Desember 2025. (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, masih menanti kepastian jadwal dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kita harus menyesuaikan dengan jadwal Bapak Presiden. Kita pingin Bapak Presiden yang akan meresmikan," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.

Bahlil menegaskan, pada prinsipnya seluruh aspek operasional, teknis, hingga keselamatan kilang telah berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Ia menjelaskan, tertundanya peresmian RDMP Balikpapan semata-mata disebabkan oleh faktor teknis. Bahlil berharap pengoperasian resmi proyek tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat, termasuk pada bulan ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Indonesia tidak akan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) solar pada 2026.

"Kita tunggu saja, persoalannya cuma persoalan teknis bukan lain-lain. Kita tunggu saja dan insya Allah bulan-bulan ini kita usahakan bisa selesai," pungkasnya.

Peresmian RDMP Balikpapan menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan serta mewujudkan swasembada energi nasional.

Proyek ini merupakan komitmen pemerintah melalui PT Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Melalui RDMP tersebut, Kilang Balikpapan akan mampu memproduksi sekitar 283 ribu ton produk petrokimia setiap tahun.

Kilang Balikpapan nantinya memiliki kapasitas pengolahan hingga 360 ribu barel per hari. Angka tersebut setara dengan sekitar 22 hingga 25 persen atau hampir seperempat dari total kebutuhan energi nasional yang dapat dipasok dari kilang ini.

Selain meningkatkan kapasitas, proyek RDMP Balikpapan juga ditargetkan mampu meningkatkan kualitas bahan bakar minyak (BBM) menjadi setara standar Euro V dengan kandungan sulfur 10 ppm, dari sebelumnya masih Euro II. Di samping itu, yield valuable product juga diproyeksikan meningkat hingga 91,8 persen.

Adapun produk yang dihasilkan dari kilang RDMP Balikpapan meliputi BBM, LPG, serta berbagai produk petrokimia.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close