Nusantaratv.com - Mantan anggota DPR RI, Akbar Faisal, mengungkapkan kekecewaannya setelah membeli mobil listrik BYD Seal Premium.
Dia bahkan mengaku menyesal atas keputusannya tersebut karena kendaraan yang dibelinya mengalami masalah serius dan tak kunjung selesai diperbaiki hingga berbulan-bulan.
Curahan hati itu disampaikan melalui akun media sosial pribadinya di X dan Instagram (@akbarfaizal68).
Akbar menjelaskan dirinya membeli unit BYD Seal Premium di diler BYD Sudirman pada Desember 2025 melalui skema kredit dari leasing Clipan Finance.
Namun, sejak awal penggunaan, mobil tersebut sudah menunjukkan gejala kerusakan. Dia menyebut kendaraan mengalami kondisi tidak stabil atau "oleng joget", yang membuat pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman.
Menurut Akbar, proses penanganan justru memperburuk situasi. Dia menilai pihak terkait, mulai dari BYD, leasing, asuransi, hingga bengkel, saling melempar tanggung jawab tanpa solusi yang jelas.
Dia bahkan menyebut, BYD hebat dalam penjualan, tapi sangat buruk dalam pelayanan. "Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yang dipilih BYD saling lempar tanggungjawab," tulis Akbar di akun X dan Instagram @akbarfaizal68, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan. Itulah @BYDCompany Indonesia, Sudirman. Dan, PT @clipan_official serta perusahaan asuransi @Asuransimag_ sempurnakan kerusakannya. Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via…
— Akbar Faizal (@akbarfaizal68) April 10, 2026
Dia juga mengungkapkan mobilnya sempat berada di bengkel selama lebih dari dua bulan, namun hasil perbaikan tidak memuaskan. Bahkan, kesalahan analisis dari pihak bengkel disebut membuat kerusakan semakin parah.
Kini, masalah tersebut telah berjalan hingga memasuki bulan keempat tanpa kepastian penyelesaian.
"Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya. Hingga ditangani bengkel mereka. Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah. Saya kembalikan ke mereka lagi. Sudah masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan," lanjutnya.
Baca Juga: BYD Atto 3 Selamat dari Ledakan Roket di Yerusalem: 5 Penumpang Selamat, Kabin dan Baterai Tetap Utuh
Tak hanya itu, Akbar juga menyoroti sikap leasing Clipan Finance yang tetap menagih cicilan meski kondisi mobil belum jelas. Pada Maret 2026, dia masih membayar cicilan, namun mulai April dia memutuskan untuk menghentikan pembayaran.
Anggota DPR-RI dari 2009-2013 dan 2014-2019 itu mengaku mendapat tekanan penagihan melalui puluhan nomor telepon. Bahkan, pihak leasing telah mengirimkan surat peringatan pertama.
"Namun per April, saya tak mau bayar. Pihak Clipan Finance seperti orang gila menelepon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor, kuabaikan," imbuhnya.
Akbar melanjutkan, pada Jumat (10/4/2026), leasing mengirim surat peringatan pertama dan mereka tidak peduli nasib mobil yang dimilikinya.
"Jika mau tarik mobil itu, sekarang ada dihalaman kantor kalian atau dibengkel payah yang kalian pilih," cetus Akbar.
Merasa dirugikan, Akbar akhirnya melayangkan somasi kepada tiga pihak, yaitu BYD, Clipan Finance, dan Asuransi MAG (Multi Artha Guna).
Dia juga meminta perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta sejumlah lembaga terkait agar kasus ini segera ditangani secara serius.
"Hari ini pula saya telah kirim somasi kepada tiga pihak ini: @BYDCompany, @clipan_official, @Asuransimag_. Segera bertanggungjawab. Saya meminta @OJKRI mulai bekerja serius menangani perusahaan payah seperti ini. Itu tugas kalian. @kemenkeu @DPR_RI," tukasnya.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik, terutama terkait layanan purna jual kendaraan listrik di Indonesia yang masih menjadi perhatian konsumen.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh