AHY Ungkap Greenland Jadi Titik Panas Baru Perebutan Mineral dan Jalur Arktik

AHY Ungkap Greenland Jadi Titik Panas Baru Perebutan Mineral dan Jalur Arktik

Nusantaratv.com - 04 Februari 2026

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (NTVNews)
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (NTVNews)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti Greenland sebagai gambaran nyata perubahan pola persaingan global yang kini tidak lagi bertumpu pada kekuatan militer semata, melainkan pada penguasaan sumber daya strategis dan kepentingan geopolitik.

Dalam forum Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026, AHY menyampaikan bahwa Greenland kini masuk dalam radar negara-negara besar dunia. Daya tarik kawasan tersebut terletak pada cadangan mineral kritis dan rare earth yang sangat dibutuhkan untuk menopang perkembangan teknologi masa depan, mulai dari energi terbarukan hingga sektor pertahanan.

“Kenapa Greenland tiba-tiba menjadi sangat strategis? Karena di sanalah tersimpan sumber daya mineral penting yang akan menentukan arah teknologi dan kekuatan ekonomi global,” kata AHY.

Tak hanya soal sumber daya alam, AHY juga menekankan nilai strategis Greenland yang berada di kawasan Arktik. Dampak perubahan iklim membuka akses jalur pelayaran baru di wilayah utara, menjadikan Arktik sebagai koridor perdagangan dan logistik global yang semakin diperebutkan.

AHY menilai situasi tersebut menandakan pergeseran karakter geopolitik dunia yang semakin kompleks. Dominasi suatu wilayah kini tidak selalu dilakukan lewat konflik bersenjata, tetapi melalui instrumen tekanan politik, ekonomi, serta pengaruh strategis atas sumber daya alam.

Ia mengingatkan bahwa meningkatnya ketegangan di wilayah seperti Greenland berpotensi mengubah tatanan global yang selama ini dikenal. Ketika aturan internasional mulai diabaikan demi kepentingan strategis, dunia berisiko memasuki fase new world order yang lebih rentan terhadap instabilitas.

“Ini menjadi alarm bagi semua negara, termasuk Indonesia, bahwa kekuatan hari ini ditentukan oleh siapa yang menguasai sumber daya strategis dan jalur ekonomi penting,” ujar AHY.

Meski Indonesia berada jauh dari kawasan Arktik, AHY menegaskan bahwa dampak geopolitik global tetap akan dirasakan. Ketegangan di wilayah strategis dunia dapat memicu gangguan rantai pasok, fluktuasi harga energi, hingga tekanan terhadap stabilitas ekonomi global yang berujung pada dampak domestik.

Karena itu, AHY menekankan pentingnya penguatan ketahanan nasional dan kemandirian di sektor-sektor strategis. Negara yang tidak siap menghadapi dinamika geopolitik global, menurutnya, berpotensi berada pada posisi yang dirugikan.

“Dunia semakin keras. Negara yang kuat akan menentukan arah, sementara yang lemah hanya bisa menerima akibatnya,” tegas AHY.

Menutup pernyataannya, AHY menekankan bahwa pembangunan nasional—termasuk infrastruktur, energi, dan penguasaan teknologi—harus diposisikan sebagai strategi jangka panjang agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam persaingan global yang semakin tajam.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close