Alex Noerdin Bakal Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Sedianya Alex bakal diperiksa hari ini, namun Alex berhalangan hadir lantaran ada kegiatan

Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang mangkrak diduga akibat korupsi/ist

Alex Noerdin Bakal Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Palembang, Nusantara TV-Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2008-2018, Alex Noerdin  akan diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. 

Sedianya pemeriksaan terhadap Alex Noerdin akan dilakukan hari ini, Senin (5/4/2021).  

Namun, Alex berhalangan hadir dalam pemeriksaan hari ini lantaran ada kegiatan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman mengatakan Alex diperiksa sebagai saksi. 

"Saksi yang bersangkutan berhalangan hadir memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi karena sedang ada kegiatan," kata Khaidirman dikutip dari detik, Senin (5/4/2021).

Khaidirman mengatakan pihaknya akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Alex. Kejati Sulsel berencana memanggil ulang Alex pada Kamis (8/4/2021).

Sejak penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang dimulai awal 2021, Kejati Sumsel telah memeriksa sebanyak 36 saksi.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel Tahan 4 Tersangka

"Dari 36 saksi yang sudah diperiksa, sebanyak empat orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik beberapa waktu lalu," ungkap Khaidirman.

Keempat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Eddy Hermanto, Ketua Panitia Divisi Lelang Syarifudin, Project Manager PT Yodya Karya sebagai kontraktor Yudi Arminto. Kemudian ada Kerjasama Operasional (KSO) PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya Dwi Kridayani.

Munculnya dugaan korupsi dalam pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang bermula dari mangkraknya pembangunan masjid. Pembangunan Masjid Sriwijaya dilakukan oleh Yayasan Wakaf Sriwijaya dengan menggunakan dana hibah pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp 130 miliar

Diduga telah terjadi tindakan penggelembungan anggaran (mark up) dalam pembiayaan pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Pasalnya, bangunan fisik masjid itu diduga tidak sesuai dengan anggaran proyek tersebut.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK