Yuk Kenali Golongan Darah Kita dan Penyakit yang Menyertainya

Apa golongan darah Anda? A, B, O, atau AB? Meski golongan darah manusia ada yang sama, banyak juga orang yang memiliki golongan darah berbeda.

Mengenal Golongan Darah

Mengenal Golongan Darah
Ilustrasi periksa darah
Nusantaratv.com - Apa golongan darah Anda? A, B, O, atau AB? Meski golongan darah manusia ada yang sama, banyak juga orang yang memiliki golongan darah berbeda. Perbedaan golongan darah dipengaruhi oleh ada tidaknya antigen pada sel darah merah dan plasma darah. 
 
Darah memiliki peranan yang sangat penting dalam tubuh. Karena itu, kita perlu mengetahui karakteristik darah dan penyakit yang menyertainya. Dikutip dari hellosehat.com, berikut ulasan lengkap tentang tipe darah, sebagai berikut:
 
Apa saja karakteristik golongan darah?
Darah yang ada di dalam tubuh setiap manusia memiliki kandungan komponen yang sama, seperti adanya sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang belakang, berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh. Dari 600 sel darah merah dalam tubuh, hanya ada 40 trombosit dan satu sel darah putih yang bertugas melindungi tubuh dari kuman penyakit.
 
Pada permukaan sel darah merah terdapat protein yang berikatan dengan karbohidrat. Ikatan inilah yang digunakan untuk menentukan tipe darah yang Anda miliki, disebut dengan antigen.
 
Antigen dikelompokkan ke dalam delapan tipe darah dasar, yaitu A, B, AB, dan O yang masing-masing bisa memiliki variasi positif atau negatif (rhesus).
 
Golongan darah anak biasanya turun  dari orang tuanya. Pengelompokan darah yang paling umum disebut dengan sistem golongan darah ABO.

Karakteristik Golongan Darah Manusia

Karakteristik Golongan Darah Manusia
Di Indonesia, kematian akibat penyakit jantung masih relatif tinggi. Banyak orang mengalami serangan jantung dan juga gagal jantung. Penyakit jantung tidak mengenal usia. Siapa pun bisa kena penyakit yang mematikan ini. Kita perlu mengetahui kesehatan jantung kita dengan melakukan beberapat tes darah. Kira-kira kapan ya tes darah itu dilakukan?
 
Lewat darah, dokter biasanya akan mengetahui gangguan kesehatan pada pasiennya, termasuk penyakit jantung. 
 
Sebuah penelitian yang diunggah di Journal of the American Association, mengungkapkan bahwa tes darah dapat mendeteksi gejala penyakit bahkan hingga 15 tahun ke depan sebelum diagnosis dilakukan. Tapi memang temuan ini masih perlu kajian lebih lanjut tentang akurasinya. Namun pemeriksaan darah mutlak dilakukan untuk mengetahui kesehatan jantung.
 
Berikut beberapa tes darah yang biasa dilakukan untuk mendeteksi penyakit pasien. 
 
1. Tes kolesterol
Tes kolesterol memang sudah jamak kita dengar. Tes kolesterol bertujuan untuk mengetahui kadar kolestereol dalam tubuh. Kadar kolesterol menjadi pertanda ada atau tidaknya gangguan pada jantung.
Ada tiga jenis tes kolesterol yang dilakukan yaitu:
 
Kolesterol total
Tes ini melihat kadar kolesterol total yang ada di dalam tubuh. Semakin tinggi jumlahnya, maka kian tinggi juga risiko Anda terkena penyakit jantung. Jika Anda sehat, maka kolesterol harus berada di bawah 200 mg/dL.
 
Low-density lipoprotein (LDL)
Biasanya, jenis kolesterol ini disebut dengan kolesterol jahat, karena bisa menyebabkan pembuluh darah tersumbat jika terlalu banyak jumlahnya di dalam tubuh. Normalnya, kolesterol jahat harus kurang dari 130 mg/dL.
 
High-density lipoprotein (HDL)
Kebalikannya, HDL disebut dengan kolesterol baik karena memiliki cara kerja yang bertolak belakang dengan LDL. HDL membantu  menjaga pembuluh darah agar tidak tersumbat akibat LDL. Maka itu, sebaikya kadar HDL yang harus dimiliki adalah lebih dari 40 mg/dL (untuk pria) dan lebih dari 50 mg/dl (untuk wanita).
 
 
2. Tes C-reactive protein (CRP)
CRP adalah sejenis protein yang dihasilkan hati (liver) ketika terjadi peradangan atau luka di dalam tubuh. Jadi, kalau hasil tes darah menunjukkan bahwa jumlah CRP tinggi, maka hal ini bisa saja disebabkan akibat salah satu bagian organ tubuh mengalami luka, tak hanya jantung.
 
Karena itu, biasanya tes ini baru akan dilakukan ketika seseorang sudah merasakan gejala awal dari penyakit jantung. Kadar CRP di atas 2,0 mg dapat dicurigai bahwa Anda mengalami gangguan fungsi jantung.
 
3. Tes lipoprotein (a)
Lipoprotein (a) atau Lp (a) adalah salah satu jenis dari kolesterol jahat (LDL). Kadar Lp (a) di dalam tubuh sebenarnya tergantung dengan genetik yang Anda bawa, faktor lingkungan tak begitu memengaruhi.
 
Jadi, ketika memang kadar Lp (a) tinggi, maka bisa dibilang Anda berisiko mengalami gangguan kesehatan jantung akibat genetik. Biasanya, pemeriksaan ini dianjurkan bagi orang yang memilihttps://nusantaratv.com/studi-terbaru-pemilik-golongan-darah-a-lebih-rentan-terserang-coronaviruski anggota keluarga yang pernah terkena penyakit jantung.
 
4. Tes brain natriuretic peptides (BNP)
BNP juga merupakan jenis protein yang dihasilkan oleh jantung dan pembuluh darah. Protein ini bertanggung jawab dalam mengatur aliran darah dan membuat pembuluh darah lebih rileks. Nah, ketika memang ada gangguan kesehatan jantung, maka jantung akan mengeluarkan BNP lebih banyak ke dalam pembuluh darah.
 
Biasanya, tes ini menjadi pendeteksi adanya gagal jantung atau penyakit jantung lainnya. Bagi Anda yang pernah alami serangan jantung, maka pemeriksaan ini akan dianjurkan untuk dilakukan secara rutin.

Yuk, Cek Golongan Darah Sendiri

Yuk, Cek Golongan Darah Sendiri
ilustrasi golongand darah
Selain antigen A dan B, ada juga antigen ketiga yang disebut dengan faktor Rh (rhesus) yang dapat berupa present (+) atau absent (-). Anda mungkin lebih mengenalnya dengan rhesus positif atau negatif.
 
Anda juga perlu tahu rhesus yang Anda miliki sebelum transfusi ataupun donor. Faktor Rh ini tidak berhubungan dengan kesehatan Anda secara umum. Perbedaan ini terjadi karena faktor genetik. Meski begitu, hal ini penting juga untuk diperhatikan ketika Anda ingin transfusi darah.
 
Apa pengaruh tipe darah orangtua terhadap tipe darah anak?
Seperti warna mata dan jenis rambut, tipe darah juga diwariskan secara genetik dari orangtua. Oleh karena itu, tipe darah orangtua akan menentukan tipe darah anak juga nantinya.
 
Tipe darah anak tidak selalu sama persis dengan orang tuanya. Hal ini dikarenakan kombinasi tipe darah, dapat menghasilkan jenis yang berbeda.
Jika Anda bingung, berikut ini tipe darah yang mungkin akan dimiliki anak Anda.
 
Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama AB, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A, B, atau AB.
Jika tipe darah Anda AB dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A, B, atau AB.
Jika tipe darah Anda AB dan pasangan A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A, B, atau AB.
Jika darah Anda AB dan pasangan O, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A atau B.
Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau B.
Jika tipe darah Anda A dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O, A, B, atau AB.
Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau A.
Jika tipe darah Anda O dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau B.
Jika tipe darah Anda O dan pasangan A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau A.
Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama O, anak Anda akan memiliki golongan O.
 
Apa risiko penyakit yang sesuai dengan tipe darah?
 
Seperti keterangan di atas, tipe darah ditentukan oleh zat-zat yang terkandung dalam darah. Yang perlu diketahui lebih lanjut adalah bahwa ternyata zat-zat yang ada dalam darah dapat berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, dari tipe darah, seseorang dapat dideteksi kira-kira bakal terkena penyakit apa di kemudian hari.
 
Jadi, entah itu tipe darah A, B, AB, atau O, Anda bisa saja lebih rentan atau justru kebal terhadap masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, kanker, atau penyakit lainnya. Hal ini berdasarkan beberapa penelitian baru yang menemukan hubungan sejumlah penyakit dengan tipe darah tertentu.
 
Meskipun masih dibutuhkan penelitian lanjutan, mengetahui potensi risiko sejak dini, akan sangat membantu mencegah terkena berbagai macam penyakit di kemudian hari.

Risiko Penyakit yang Diderita, Berdasar dari Golongan Darah

Risiko Penyakit yang Diderita, Berdasar dari Golongan Darah
ilustrasi periksa darah
Berikut ini beberapa risiko penyakit berdasarkan tipe darah.
 
Golongan darah A
Anda yang memiliki darah jenis ini berisiko 20% lebih tinggi terkena kanker perut dibandingkan orang yang bergolongan darah B atau O. Penelitian ini didasari oleh Gustaf Edgren MD, PHD, seorang ahli epidemiologis di Karolinska University Hospital Swedia.
 
Menurutnya, orang bergolongan darah A dan AB memiliki reaksi sistem kekebalan tubuh yang lebih sensitif terhadap bakteri H. pylori, yaitu bakteri penyebab kanker perut.
 
Anda dapat mengurangi risiko penyakit ini dengan membatasi konsumsi daging olahan kaya akan nitrat seperti sosis, kornet, nugget, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, orang yang memiliki tipe darah ini juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan dengan golongan A.
 
Golongan darah B
Orang dengan tipe darah B lebih berisiko terkena penyakit di bawah ini:
  • Diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit jantung
 
Bagi pemiliki tipe darah B, dengan menerapkan gaya hidup sehat dan pola makan yang baik dan berolahraga, akan dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung, darah tinggi, dan diabetes.
 
Golongan darah AB
Menurut penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh para ahli dari University of Vermont, orang yang bergolongan darah AB lebih berisiko mengalami gangguan kognitif dibandingkan yang lainnya.
 
Olahraga secara rutin dan banyak mengonsumsi makanan yang baik untuk otak adalah cara utama mencegahnya.
 
Olahraga dan melakukan banyak aktivitas fisik dapat melancarkan sirkulasi dan membawa lebih banyak oksigen ke otak. Selain itu, lakukan kegiatan yang membuat otak Anda terpacu untuk terus bekerja dan berpikir, seperti belajar bahasa asing, bermain TTS, serta membaca buku yang sulit.
 
Golongan darah O
Menurut hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health, tipe darah O memiliki risiko 23% lebih rendah terkena penyakit jantung dibanding dengan tipe darah lainnya. Sayangnya, pemilik tipe darah ini lebih rentan terhadap penyakit lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.
 
Untuk mencegah risiko tersebut, selalu perhatikan asupan makanan Anda. Jangan lupa, imbangi pula dengan penerapan hidup sehat secara keseluruhan seperti berhenti merokok, membatasi minum alkohol, serta mengontrol berat badan.
 
Hubungan golongan darah dan penyakit yang menyertainya telah ditemukan cukup lama. Namun sayangnya hingga kini para peneliti belum dapat menemukan atau menyimpulkan apa penyebab yang membuat tipe-tipe darah memiliki risiko tinggi terkena penyakit tertentu.
like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK