Daya Tarik Pariwisata Karangasem Melalui Keindahan Edelweis

Festival Pesona Edelweis jadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Karangasem, Bali.
Daya Tarik Pariwisata Karangasem Melalui Keindahan Edelweis
Festival Pesona Edelweis/ Kemenparekfraf

Bali, Nusantaratv.com - Keindahan bunga edelweis atau yang disebut kasna oleh masyarakat Besakih, Karangasem, Bali, yang tampil dalam Festival Pesona Edelweis dijadikan daya tarik untuk memulihkan kepercayaan wisatawan mancanegara pasca-erupsi Gunung Agung beberapa waktu silam.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) I Gde Pitana menjelaskan Festival Pesona Edelweis event ini merupakan salah satu rangkaian Program Bali Recovery 2019.

"Event ini sebagai salah satu komitmen pemerintah pusat untuk mengembalikan kepercayaan wisman untuk ke Bali khususnya Karangasem," ujar Pitana.

Baca Juga: Karangasem World Music Festival 2019 Pulihkan Pariwisata Bali

Ia juga menjelaskan, bunga edelweis dibudidayakan di lahan yang dikelola masyarakat seluas 32 are bekerja sama dengan pengelola Kawasan Hutan Jati Agung. Inovasi ini untuk membangkitkan perekonomian desa sehingga bunga kasna yang ada saat ini ada sejak turun–temurun. 

Masyarakat setempat membudidayakan kasna untuk upacara setiap Galungan dan Kuningan sebagai sarana palawa di Bali.

"Apresiasi yang sangat tinggi kepada masyarakat. Saya selalu ingatkan, apapun bisa dijadikan daya tarik wisata, asalkan kita kreatif dan berani mempromosikannya keluar. Dan ini anugerah dari Tuhan, masyarakat harus memanfaatkannya," kata Pitana beberapa waktu lalu.

I Gede Pitana juga menerangkan, pasar pariwisata di tingkat Internasional terus tumbuh, berkembang, dan tidak pernah turun. Wisatawan internasional tercatat jumlah pergerakannya mencapai 1,2 miliar jiwa pada 2018. 

"Indonesia sendiri memperoleh 17 juta wisman pada 2018. Kita harus menarik wisatawan lebih banyak lagi ke Tanah Air. Untuk wisatawan nusantara sendiri tercatat, 278 juta orang selama setahun. Itu berarti setiap tahun wisatawan berpergian lebih dari dua kali selama satu tahun," ungkap Pitana.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0