Brand Strategy Pariwisata Indonesia Lewat Co-Branding

Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa co-branding bisa menjadi cara dan strategi yang efektif untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.
Brand Strategy Pariwisata Indonesia Lewat Co-Branding
Wonderful Indonesia Co-Branding Forum 2019/ Kemenpar

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong program Co-Branding untuk menjadi salah satu brand strategy pariwisata Indonesia. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa co-branding bisa menjadi cara dan strategi yang efektif untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

"Kolaborasi antar stakeholder menjadi kunci utama pengembangan pariwisata Indonesia. Sebanyak 138 brand dan 100 restoran diaspora digandeng Kemenpar sebagai mitra Co-Branding untuk menyukseskan pencapaian target wisman 2019. Sampai saat ini belum ada benchmarking untuk program Co-Branding. Bahkan Singapura Tourism Board baru mulai melakukan co-branding pada 2019 ini," ujar Menpar di Kantor Kemenpar, Jakarta, (27/9/2019).

Data menunjukan kinerja sektor pariwisata Indonesia meningkat signifikan. Travel Tourism Competitiveness Index melaporkan bahwa pada 2019, Indonesia berada pada peringkat 40, naik 30 peringkat dari kedudukannya di peringkat 70 pada 2013.

"Price Competitiveness, Prioritization of Travel & Tourism, dan International Openness menjadi keunggulan pariwisata Indonesia dalam TTCI. Sementara itu, Environmental Sustainability, Health and Hygiene, dan Tourist Service Infrastructure jadi kelemahan yang harus diperbaiki," kata Menpar.

 Baca Juga: Dampak Positif dari Reunian Miss Universe di Bali

Peringkat Indonesia dalam Country Brand Strategy juga mengalami peningkatan menjadi peringkat 38 pada 2019 dari peringkat 47 pada 2017. Meski begitu, Brand Strategy yang dilakukan oleh negara lain di ASEAN, seperti Malaysia dan Vietnam juga meningkat pesat. Peringkat Country Brand Strategy Malaysia meningkat dari 85 (2017) menjadi 47 (2019), sementara Vietnam dari 107 (2017) menjadi 101 (2019).

"Untuk itu, kita harus mempelajari apa yang membuat peringkat mereka meningkat pesat," jelas Menpar.

Mengenai produk co-branding, dalam tiga tahun pelaksanaannya, produk co-branding yang telah bekerja sama dengan Kemenpar pada 2019 yakni sebanyak 138 brand + 100 restoran diaspora, jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya yakni 128 brand + 100 restoran diaspora.

"Selain menjadi keuntungan bagi brand Wonderful Indonesia, produk co-branding juga mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain brand equity, perluasan target pasar serta penghematan biaya promosi," ungkap Menpar.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0