WHO: Kasus Baru Covid-19 Meningkat Sepekan Terakhir

Sebanyak 237 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Diperkirakan Siap Didistribusikan di 142 Negara Miskin Pada Akhir Mei.

Ilustrasi Covid-19. (Istimewa)

Nusantaratv.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut jumlah kasus baru Covid-19 mengalami peningkatan sepekan terakhir.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan jumlah infeksi virus corona baru meningkat secara global untuk pertama kalinya dalam tujuh pekan. Peningkatan kasus baru Covid-19, kata dia, sangat mengecewakan, namun tidak mengherankan.

Tedros mencatat tren peningkatan terjadi di sejumlah negara di dunia selain Afrika dan kawasan Pasifik Barat. "Beberapa di antaranya sepertinya karena langkah-langkah kesehatan masyarakat yang longgar, adanya peredaran varian dan masyarakat yang mulai lengah terhadap Covid-19," ujar Tedros, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (2/3/2021).

Sementara itu, Ketua Komite Teknis untuk Covid-19 di Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Maria Van Kerkhove, menyebut peningkatan Covid-19 sebagai peringatan keras bagi semua.

"Virus ini akan kembali jika kita membiarkannya, dan kita tidak bisa membiarkannya," imbuhnya.

Sejauh ini, ada lebih dari 114 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, termasuk di antaranya sekitar 2,5 juta kematian, dan dan 64,5 juta orang sembuh, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.

Kembali, Tedros mengungkapkan masih terlalu dini bagi pemerintah untuk hanya mengandalkan program vaksinasi dan meninggalkan tindakan lain untuk memerangi penyebaran virus mematikan itu.

"Jika negara hanya mengandalkan vaksin, mereka membuat kesalahan. Langkah-langkah kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas untuk mendapatkan perhatian," jelas Tedros.

Di sisi lain, dia mengaku gembira karena vaksin untuk tenaga medis di sejumlah negara miskin bisa didistribusikan, termasuk di negara-negara Afrika Barat seperti Ghana dan Pantai Gading.

Kedua negara itu pada Senin (1/3/2021) menjadi yang pertama memulai memvaksinasi warga dengan dosis yang disediakan oleh COVAX, program internasional untuk menyediakan vaksin bagi negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah.

Tedros juga mengkritik negara-negara kaya karena menimbun dosis vaksin, dengan mengatakan semua orang yang rentan di seluruh dunia berkepentingan untuk dilindungi.

"Sangat disayangkan bahwa ini terjadi hampir tiga bulan setelah beberapa negara terkaya memulai kampanye vaksinasi mereka," imbuh Tedros.

"Beberapa negara terus memprioritaskan memvaksinasi orang dewasa dan muda yang lebih sehat dengan risiko penyakit yang lebih rendah di populasi mereka sendiri, sebelum petugas kesehatan maupun lansia di negara lain," cetusnya.

Pada akhir Mei, 237 juta dosis vaksin Covid-19 diperkirakan siap didistribusikan di 142 negara miskin.

Sedangkan Direktur Kedaruratan WHO, Pakar Mike Ryan, mengatakan perjuangan global melawan virus corona saat ini dalam keadaan yang lebih baik dibandingkan 10 pekan lalu sebelum peluncuran vaksin dimulai. Namun, masih terlalu dini untuk mengatakan virus mulai terkendali.

"Masalahnya adalah kita mengendalikan virus dan virus mengendalikan kita. Dan sekarang virus itu sangat terkendali," tukas Mike.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK