Wapres: Zakat, Infak dan Sedekah Kurangi Tekanan Ekonomi akibat Pandemi

Dana zakat, infak dan sedekah sangat membantu masyarakat kecil yang terdampak pandemi covid-19

Wakil Presiden KH Ma;ruf Amin/ist

Jakarta, Nusantara TV-Beberapa hasil riset menyebutkan bahwa dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) berperan besar mengurangi dampak pandemi covid-19 di Indonesia. Dana ZIS juga sangat membantu masyarakat kecil yang terdampak perekonomiannya.

Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2021, Senin (5/4/2021). 

"Beberapa hasil riset menyebutkan bahwa ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya memiliki peran besar dalam mengurangi tekanan dampak pandemi, khususnya bagi masyarakat kecil," kata Ma'ruf dikutip dari Kompas.

Menurut Ma'ruf penyaluran ZIS setidaknya berkontribusi pada tiga hal. 

Pertama, zakat disalurkan kepada mustahik (penerima zakat) baru, khususnya yang menanggung beban ekonomi akibat pandemi. 

Kedua, zakat pada sektor pendidikan, sosial dan kemanusiaan, antara lain dimanfaatkan dalam aspek pencegahan Covid-19. 
Misalnya, kampanye dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan. 

Baca juga: Wapres Ma'ruf Mau Gerakan Cinta Zakat Mulai Ramadan 

"Selain itu, zakat juga disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan sosial bagi masyarakat dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang rentan maupun merugi akibat pandemi," kata Ma'ruf.

Ketiga, kata Ma;ruf, pada sektor kesehatan. Di mana zakat telah berkontribusi secara efektif melalui penyaluran bantuan alat pelindung diri (APD) untuk rumah sakit. 

Kemudian penyediaan ruang isolasi mandiri di daerah yang membutuhkan, pemulasaraan jenazah, hingga penyediaan fasilitas cuci tangan dan disinfeksi di ruang-ruang publik. 

"Apalagi, pandemi Covid-19 yang kita alami satu tahun terakhir ini telah membawa peningkatan pada angka kemiskinan tahun 2020 di Indonesia," kata Ma'ruf.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19 persen atau meningkat 0,97 persen (year on year) dibandingkan tahun sebelumnya. 

Tak hanya itu, estimasi kerugian akibat pandemi yang ditanggung sektor UMKM di Indonesia juga mencapai kisaran Rp 1,5 triliun. 

"Selain APBN untuk menahan laju dampak pandemi terhadap perekonomian negara, saya yakin gerakan sosial kemanusiaan yang berkembang di tengah masyarakat juga membawa dampak positif," pungkasnya. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK