Pesawat Ruang Angkasa NASA Berhasil Lakukan Pendaratan Pertama di Asteroid

Eksplorasi ruang angkasa NASA kali ini difokuskan untuk meneliti tentang asal usul kehidupan di bumi. 
Ramses Rianto Manurung - Video, Rabu, 21-10-2020 17:36 WIB

Sebuah penyelidikan NASA yang mengorbit lebih dari 100 juta mil dari bumi berhasil melakukan pendaratan pertama di asteroid. Dengan menggunakan teknologi robotik pesawat tersebut juga berhasil mengambil sampel dari permukaan berbatu asteroid. Eksplorasi ruang angkasa NASA kali ini difokuskan untuk meneliti tentang asal usul kehidupan di bumi. 

Pesawat antariksa Osiris Rex seukuran minivan NASA melakukan pendaratan selama empat jam di permukaan kasar Asteroid Bennu yang berbentuk biji pohon Ek. Terbentuk pada masa-masa awal tata surya para ilmuwan yakin asteroid ini menyimpan petunjuk tentang asal usul kehidupan di bumi.

Selasa (20/10/2020) pukul 6:12 malam pesawat ruang angkasa melakukan teknik touch and go atau 'sentuh-dan-pergi' lima detik yang cermat secara otonom merentangkan lengan robotik 11 kaki ke arah sebidang kerikil datar yang berukuran lapangan basket dekat Kutub Utara Bennu.

Pesawat luar angkasa diluncurkan pada 2016 dari kennedy space center untuk perjalanan ke Bennu. Pesawat telah mengorbit di sekitar asteroid selama hampir dua tahun untuk mempersiapkan manuver "sentuh dan pergi" tersebut.

Perangkat pengumpul yang dipasang di lengan berbentuk seperti kepala pancuran besar'menyentuh' permukaan Bennu selama lima detik dan menembakkan semburan gas nitrogen menendang puing-puing dan menjebak material berbatu di dalam kepala sampel perangkat.

Pengendali darat diharapkan mengonfirmasi penangkapan sisa-sisa Bennu beberapa jam setelah upaya tersebut. Itu akan memungkinkan pesawat ruang angkasa untuk memulai perjalanannya kembali ke bumi dan tiba pada tahun 2023 untuk mengembalikan cache Amerika Serikat pertama dari batuan asteroid murni. Jepang adalah satu-satunya negara lain yang mencapai ini sebelumnya.

Asteroid adalah salah satu puing sisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Para ilmuwan percaya asteroid dan komet yang menabrak bumi purba mungkin telah menghasilkan senyawa organik dan air yang menjadi benih bagi planet ini untuk kehidupan. Analisis tingkat atom dari sampel dari Bennu dapat memberikan bukti kunci untuk mendukung hipotesis tersebut.

Nusantara Siang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 11.30 WIB hanya di Nusantara TV

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0