Vaksinasi Dimulai, Apa yang Perlu Diketahui?

Yang jelas vaksin bisa menurunkan angka potensi penularan.
Ramses Rianto Manurung - Video, Kamis, 14-01-2021 02:25 WIB

Program  vaksinasi covid-19 di Indonesia dimulai hari ini. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin covid-19 produksi Sinovac. Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini vaksin coronavac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. Dan setelah vaksinasi telah dimulai apa saja yang harus diketahui masyarakat?

Topik ini menjadi pembahasan dalam Dialog Nusantara Petang yang disiarkan NusantaraTV, Rabu (13/1/2021) bersama Host Tasya Felder dan narasumber dr Slamet Effendy M.Kes Wakil Ketua Arsi dan Wakil Ketua IKatan Dokter Indonesia Cabang Kota Bekasi.

Masyarakat ingin mengetahui apa arti uji klinis fase III di Bandung yang menunjukkan vaksin covid-19 buatan China mempunyai tingkat efikasi 65,3 persen?

dr Slamet Effendy M.Kes Wakil Ketua Arsi dan Wakil Ketua IKatan Dokter Indonesia Cabang Kota Bekasi mengatakan uji klinis fase III artinya sudah diujikan ke relawan yang jumlahnya lebih dari 1000. Kemudian arti dari efikasi 65,3 persen, vaksin ini punya kemampuan mereduksi atau mencegah angka penularan covid-19 sebesar 60 persen lebih dibandingkan dengan yang tidak diimunisasi.

Pada uji klini ini ada dua populasi yang diuji. Misalnya ada 1000 orang divaksin dengan Sinovac, kemudian 1000 orang lainnya disuntikan plasebo bukan vaksin diikuti dari masing-masing relawan. Misalkan dalam perjalanannya dari 1000 relawan yang divaksin itu ternyata yang terinfeksi covid-19 misalkan 35 sedangkan yang tidak divaksin yang terinfeksi 100. Berarti ada perbedaan. Perbedaan antara 35 dengan 100 itu lah dengan vaksinasi bisa mengurangi angka potensi penularan covid-19 sebesar 65 persen. Itu arti efikasinya. 

Ini kan hasil dari uji klinis tahap III di Bandung, sementara untuk vaksin Sinovac sendiri telah mendapatkan uji klinis tahap III di tempat lain juga mempunyai efikasi yang berbeda-beda. Ini apa artinya?

Memang berbeda-beda tergantung status relawannya, dia tidak punya komorbid. Kondisi fisik di tiap-tiap daerah kan tidak sama.

Kalau begitu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi parameter dari efikasi ini? 

Keadaan masing-masing sampel. Fisik orang Indonesia dicoba dengan fisik orang Brasil kan tidak sama, mungkin daya tahan tubuhnya, iklimnya yang berpengaruh terhadap    daya tahan tubuhnya itu sendiri.

Apakah ini bisa diartikan bahwa dari 100 orang hanya 35 tetntunya tidak terlalu tinggi sementara ada di beberapa negara juga yang mempunyai hasil di mana efikasinya di atas 70 persen. Apakah artinya efikasinya masih kurang baik?

Kalau menurut saya, dengan efikasi di atas 50 persen itu sudah cukup mengingat penduduk kita kan jutaan. 

Tidak mempengaruhi efektifitas vaksin. Yang jelas bisa menurunkan angka potensi penularan. Bayangkan menurunkan 65 persen potensi dari 100 juta. 

Topik kita pada hari ini adalah apa yang masyarakat harus ketahui mengenai vaksin. Ini berapa dosis yang diberikan pada tiap orang?

Sebenarnya setiap orang sama dosisnya tergantung vaksin diberikan, Karena kan vaksin yang rencanya akan dipakai dalam program vaksinasi ada beberapa vaksin. Salah satunya vaksin covid-19 Sinovac. Untuk diberikan dosis 2,5 mili dengan takaran dua kali dosis. Disuntik pada hari pertama, kemudian 14 hari berikutnya dengan dosis yang kedua. 

Jadi untuk setiap vaksin dosisnya berbeda-beda? 

Penyuntikan pertama dan kedua yang berbeda. Ada yang 21 hari ada juga yang 28 hari. 

Obat maupun vaksin selalu ada efek samping. Derajatnya yang ringan. 

Makanya perlu uji klinis. Syarat dari uji klinis itu ditentukan antara lain obat harus efektif, kemudian yang kedua kemanannya itu dari efek samping dari obat maupun vaksin itu sendiri. Apa efeknya?

Yang di Bandung itu setelah diikuti perjalanannya efek samping yang muncul masih berskala ringan. Tidak ditemukan efek samping yang berat. Efek samping ringan salah satunya panas, agak meriang, mungkin agak nyeri di sekitar suntikan atau di otot sekitar suntikan. Atau merasa kelelahan dan sedikit linu-linu di badan.

Apakah masyarakat memiliki hak memilih mana saja produk vaksin yang mereka inginkan?

Saya yakin semua vaksin itu jika sudah punya izin edar dari BPOM memiliki efek yang positif. Artinya bisa efektif untuk memberikan pencegahan terhadap penularan virus. Yang kedua aman. Masing-masing ada kelebihan  dan kekurangannya.

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV 

 
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0