Ternyata Ini Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta dan Jateng

Epidemiolog Dr Pandu Riono MPH Ph.D menyatakan peningkatan kasus ini sudah diprediksi. Itu terjadi karena ada kebijakan...
Ramses Rianto Manurung - Video, Selasa, 01-12-2020 00:35 WIB

Dua daerah menjadi sorotan Presiden Joko Widodo yaitu DKI Jakarta dan Jawa Tengah karena sama-sama mengalami lonjakan kasus covid-19?
Mengapa terus meninggi?
Padahal jika kita mengikuti teori di mana ada pergerakan masyarakat maka angka penularan meninggi. Sepertinya tidak ada mobilisasi warga dalam beberapa waktu terakhir.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh para kepala daerah untuk menurunkan penularan covid-19?

Topik menarik ini diulas secara mendalam oleh Host Tasya Felder bersama narasumber Epidemiolog Dr Pandu Riono MPH Ph.D dalam  
Dialog Nusantara Petang yang disiarkan di Nusantara TV, Senin (30/11/2020).

Epidemiolog Dr Pandu Riono MPH Ph.D menyatakan peningkatan kasus ini sudah diprediksi. Itu terjadi karena ada kebijakan pemerintah untuk cuti bersama. Karena setiap cuti bersama sejak mudik lebaran, liburan bersama dua kali cuti weekend waktu, selalu akan diikuti dengan peningkatan kasus yang luar biasa. 

Karena orang bepergian. Apakah acara keluarga atau berwisata itu akan berdampak pada daerah tujuan. 

"Seharusnya kita tidak lagi mempunyai kebijakan semacam itu. Kalau kita memang mau serius dan fokus mengatasi pandemi," kata Pandu Riono.

Tapi godaan terbesar adalah menjaga keseimbangan dengan ekonomi. Pemulihan ekonominya jauh lebih kencang dibandingkan usaha untuk tidak melakukan kebijakan cuti bersama. Karena harapannya adanya cuti bersama akan meningkatkan dan menumbuhkan industri pariwisata yang sudah lama lumpuh. Ini yang sulit bagi pemerintah untuk memutuskan. Bahkan sampai sekarang pemerintah masih bingung. Apa yang sebaiknya harus dilakukan.

Ketika ditanyakan apakah melonjaknya jumlah kasus baru covid-19 di Jakarta dan Jawa Tengah terjadi karena dua daerah ini menjadi tujuan wisata. Lantas bagaimana dengan kota-kota lain yang juga menjadi tujuan wisata?

Menurut Pandu Riono kalau melihat lebih spesifik pada kota-kota seperti di Malang Solo Yogya. Angaka penularannya juga tinggi. 

Walaupun testingnya terbatas sehingga tidak cepat terdeteksi oleh sistem surveillance. Tetapi yang tidak bisa dibohongi adalah peningkatan kasus yang masuk rumah sakit. Karena tidak mungkin peningkatan kasus rumah sakit tanpa ada peningkatan infeksi. 

Jadi walaupun sudah diprediksi namun alarmnya tidak terbayang karena testingnya lemah. Kalau testingnya tinggi surveillance bisa menekan penularan berikutnya. Karena yang terjadi adalah kelanjutan-kelanjutan penularan yang terjadi akibat liburan panjang dua minggu yang lalu. 

Kemudian sekarang masih terjadi penularan sesama penduduk di kota yang terjadi peningkatan ini. Jadi surveillancenya tidak bisa menekan penularan berikutnya. 

Ini akan terus terjadi kalau kita tidak cepat memperbaiki testing, pelatihan kasus dan isolasi.

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0