Dilema Pendidikan di Masa Pandemi, di Rumah Stres di Sekolah Terancam Covid-19

Dharmaningtyas menilai langkah pemerintah tepat dengan menyerahkan keputusan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap  muka...
Ramses Rianto Manurung - Video, Rabu, 25-11-2020 00:20 WIB

Berdasarkan surat keputusan bersama yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama dan Menteri Kesehatan sekolah tatap muka dibuka kembali pada Januari 2021.

Pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan memenuhi syarat yang ditetapkan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyerahkan pembelajaran tatap muka dapat dilakukan pada tahun 2020-2021 ke pemerintah daerah.

Sejauh mana kesiapan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka?

Topik ini menjadi perbincangan menarik dalam Dialog Nusantara Petang di Nusantara TV, Selasa (24/11/2020) yang dipandu Host Tasya Felder dengan menghadirkan narasumber Pengamat Pendidikan Dharmaningtyas

Dharmaningtyas mengatakan salah satu isu di dunia pendidikan Indonesia adalah pelajaran jarak jauh (PJJ) yang tidak bisa berjalan efektif. Kendala yang dihadapi terutama di daerah-daerah yakni remote area. Kenyataan hari ini masih ada daerah yang belum memiliki aliran listrik. Dan masih juga daerah yang belum memiliki jaringan internet. Kepemilikan komputer maupun laptop di Indonesia secara nasional masih di bawah 50 persen. 

Artinya pembelajaran seacar online atau PJJ lebih banyak menggunakan handphone. Akibatnya banyak kendala. Cara melihat di layar pun terbatas. Itu akan mempengaruhi konsentrasi anak-anak. Jadi konsentrasi siswa saat PJJ tidak bisa penuh seperti saat tatap muka. 

Selama PJJ juga banyak keluhan terutama dari orang tua terutama dari para ibu-ibu yang banyak memainkan peran sebagai guru di rumah. Para ibu-ibu ini tidak punya cukup pengetahuan mengenai kurikulum baru. 

Sehingga muncul gagal untuk memberikan relaksasi kepada sekolah-sekolah terutama yang ada di wilayah zona hijau. Keputusan sepenuhnya berada di pemerintah daerah. Karena pemerintah daerah lah yang lebih mengetahui apakah daerahnya cukup siap melaksanakan  sekolah tatap muka atau tidak. 

Karena, misalkan sekolahnya di zona hijau. Apakah gurunya berasal dari zona hijau atau tidak? Bisa saja murid-muridnya dari zona hijau tetapi gurunya dari zona kuning, oranye atau merah. Ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Bagaimana pemerintah daerah mengantisipasi jika guru-gurunya berasal dari zona kuning atau merah.

Menurut Dharmaningtyas memang agak sulit untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka sekarang ini.. Situasinya cukup dilematis. Sebab, di satu sisi kalau kita mengacu pada nasihat-nasihat yang diberikan Persatuan Dokter Anak Indonesia (PDAI). Satu anak pun itu nyawa manusia. Untuk itu disarankan jangan melaksanakan pembelajaran tatap muka sebelum kondisinya benar-benar aman. 

Tapi di sisi lain, kalau melihat realitas di lapangan banyak juga orang yang stres akibat berada di rumah selama berbulan-bulan. Ini memang dilematis. 

Dharmaningtyas menilai langkah pemerintah tepat dengan menyerahkan keputusan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap  muka kepada pemerintah daerah. 

Sebenarnya kata Dharman, yang didorong untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka adalah perguruan tinggi. Karena kalau perguruan tinggi mahasiswanya sudah dewasa. Mudah untuk diarahkan untuk mematuhi prtotokol kesehatan. Di kampus juga banyak area terbuka. Pembelajaran bisa dilakukan di luar kelas. 

Tapi kalau Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama kan masih anak-anak.

Pertanyaannya apakah sekolah punya infrastruktur yang cukup? Baik untuk pemeriksaan suhu badan, tempat cuci tangan dan sebagainya. 

Mungkin solusinya para siswa masuk bergiliran. Waktu belajarnya juga lebih singkat dibanding di masa sebelum pandemi. 

Untuk anak-anak Taman Kanak Kanak hingga kelas 3 SD memang perlu ekstra hati-hati. Karena hasrat untuk bermain mereka tinggi. Sementara mungkin banyak sekolah yang hanya memiliki keterbatasan dalam hal jumlah guru. 

Kemendikbud dan Kemenag perlu menambah fasilitas-fasilitas pencegahan covid-19 termasuk wastafel-wastafel untuk mencuci tangan. Karena pemerintah daerah dan sekolah-sekolah kesulitan untuk menyediakannya. 

Keputusan pelaksanaan sekolah tatap muka sangat tergantung pada perkembangan jumlah penderita covid-19 hingga Desember 2020. Kalau meningkat kemungkinan pemerintah daerah dan sekolah akan menunda pelaksanaan sekolah tatap muka. 

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0