(DIALOG PETANG) Pengembalian Ekonomi di Masa Pandemi - Bersama Sondang Tiar Debora Tampubolon - Anggota Komisi VI DPR RI 

Sondang mengaku belum melihat langkah-langkah yang cukup signifikan dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian...
Ramses Rianto Manurung - Video, Jumat, 25-09-2020 22:20 WIB

Sejumlah negara menghadapi permasalahan ekonomi akibat pandemi covid-19, tak terkecuali Indonesia. Resesi di depan mata, dinilai sebagai normal baru di tengah pandemi covid-19. Bagaimana upaya pemulihan ekonomi di masa sekarang ini?

Topik menarik ini menjadi pembahasan dalam sesi DIALOG PETANG program berita NUSANTARA PETANG di Nusantara TV, yang dipandu Host, Tasya Felder bersama Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sondang Tiar Debora Tampubolon. 

Sondang mengatakan seperti yang sudah diramalkan oleh beberapa ekonom, DPR juga sudah memprediksi Indonesia sama seperti negara-negara lainnya akan memasuki masa resesi. Kemarin di kuartal I kita masih tumbuh sebesar 3% tetapi di kuartal II sudah langsung minus 5%. Ini September  diprediksi juga oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan akan minus 3% artinya dua kuartal berturut-turut dan kita akan dinyatakan sebagai negara yang mengalami resesi ekonomi. 

Tetapi sebenarnya resesi ekonomi bukanlah akhir dari perjalanan perekonomian negara kita. Bagaimana kita mengelola anggaran-anggaran kemudian mem-booster roda perekonomian kita supaya berbalik menjadi positif. Sondang mengaku belum melihat langkah-langkah yang cukup signifikan dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian saat ini. Karena masih belum adanya sinergi yang cukup berarti antar-kementerian dan juga koordinasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Terlihat sekali bagaimana ketika DKI Jakarta melakukan kembali kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat di akhir September ini diperpanjang hingga awal Oktober. Pemerintah pusat langsung terlihat berlawanan atau bertentangan. Artinya tidak ada koordinasi yang cukup baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

Ini harus disikapi dengan benar-benar hati-hati dan benar-benar baik oleh pemerintah, terutama oleh Presiden karena ketika tidak ada koordinasi yang baik antar kementerian-lembaga, pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bagaimana perkenomian kita ke depannya akan lebih baik.

Terkait dampak kebijakan PSBB Ketat di DKI Jakarta yang notabene adalah ibukota Indonesia terhadap perekonomian saat ini. Menurut Sondang jika melihat saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru mewacanakan PSBB saja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung merah. Ketika akhirnya PSBB Ketat diterapkan di DKI Jakarta yang tadinya mulai bergerak ekonomi tetapi karena ketidakdisiplinan semua lapisan masyarakat, akhirnya kasus covid-19 makin naik lagi. Jumlah yang terpapar makin naik, jumlah yang meninggal naik. Walaupun jumlah yang sembuh juga naik, namun kondisi ini sangat mengganggu. Artinya ada ketidakpastian dalam hal melakukan usaha yang berakibat terhadap perekonomian negara kita. 

Saat ini perekonomian Indonesia sangat didukung oleh pergerakkan dunia usaha. Dunia usaha tentu saja membutuhkan satu kepastian. Jangan hari ini OK bisa bisa jalan tetapi dua minggu kemudian PSBB Ketat. Itu sangat mengganggu rencana-rencana kerja jadi tidak bisa sustainibility. Meskipun pemerintah sudah memberikan stimulus-stimulus kepada dunia usaha tetapi kita melihat bahwa  demand di negara kita masih belum bisa naik. Konsumsi belum bisa naik yang berakibat belum bisa tumbuh. 

Dunia usaha saat ini sangat menunggu keluarnya vaksin covid-19. Pemerintah bersama Kementerian BUMN menyatakan bahwa vaksin covid-19 akan segera diproduksi, paling cepat Desember 2020 atau paling lambat Januari 2021. 

Ketika vaksin bisa diproduksi dan diimplementasikan ke seluruh masyarakat Indonesia diharapkan berangsur-angsur roda perekonomian bisa pulih walaupun tidak bisa semuanya. Yang pasti bagaimana kita bisa mendapatkan kepercayaan baik di domestik maupun di luar negeri. Karena dengan penanganan covid-19 saat ini oleh pemerintah, kita mendapat raport merah dari dunia internasional. Banyak negara yang tidak mengizinkan warganya berkunjung ke Indonesia. Sebaliknya warga Indonesia juga tidak bisa berkunjung ke negara-negara yang memberikan Indonesia raport merah terkait covid-19. 

Pulihnya kepercayaan dunia internasional sangat penting untuk menggerakkan kembali roda perekonomian khususnya sektor pariwisata yang paling terpukul akibat dampak pandemi covid-19.

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0