(DIALOG PETANG) PBNU - Pandemi, Pilkada Ditunda Bersama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA: "Kalau Pilkada bisa diundur, tetapi kalau nyawa tidak bisa diundur"
Ramses Rianto Manurung - Video, Selasa, 22-09-2020 22:11 WIB

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan digelar pada 9 Desember 2020. Hal ini mengundang kontroversi karena sejumlah pihak ada yang setuju untuk melanjutkan pelaksanaan pilkada serentak ini karena menilai ini acara kenegaraan yang harus digelar secara berkala. Namun ada juga sejumlah pihak yang mengusulkan agar pilkada serentak ini ditunda karena saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi covid-19. 

Salah satu pihak yang mengusulkan atau meminta agar Pilkada Serentak ini ditunda adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Apa saja alasannya? Dibahas tuntas dalam sesi DIALOG PETANG dari program berita Nusantara Petang di Nusantara TV bersama Host, Tasya Felder dan narasumber Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA mengatakan PBNU telah memikirkan dan mempertimbangkan penundaan pilkada serentak ketika melihat pandemi covid-19 di Indonesia yang semakin meningkat dan semakin memakan banyak korban. Bukan hanya dari rakyat biasa, melainkan banyak juga korban dari kalangan Kiai. Bahkan sudah ada 15 Kiai yang menjadi korban covid-19. Trennya dari hari ke hari semakin meningkat. Terakhir Sekretaris Daerah DKI Jakarta yang juga Ketua PBNU DKI Jakarta, Saefulah yang meninggal akibat covid-19. 

Guna menyikapi kondisi akibat pandemi covid-19, PBNU melakukan rapat terbatas yang menghasilkan sebuah keputusan penting yang isinya menghimbau dan mengajukan agar Pilkada Serentak 2020 diundur. 

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA menegaskan usulan penundaan tersebut bukan bermaksud menghalangi proses demokrasi apalagi memboikot. PBNU sangat mendukung proses demokrasi melalui pelaksanaan pilkada serentak. Tetapi kan bisa diundur, kalau nyawa tidak bisa diundur. 

Sesuai aturan yang telah ditetapkan memang ada pembatasan jumlah massa dalam kegiatan-kegiatan jelang pilkada serentak 2020 di mana hanya dibolehkan diikuti sebanyak 100 orang. Padahal jumlah tersebut relatif cukup banyak dan berpotensi menyebabkan terjadinya penyebaran covid-19.

Karena itu sebaiknya Pilkada Serentak 2020 diundur sampai tren penyebaran covid-19 menurun. Vaksin sudah ditemukan, obat sudah ditemukan. Jika kondisinya sudah kondusif PBNU berkomitmen ikut menyukseskan Pilkada Serentak. 

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV
 
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0