(DIALOG PETANG)- Badai PHK di Tengah Pandemi Masih Menghantui, Narsum - Nailul Huda - Peneliti INDEF

Selama pandemi belum berakhir ekonomi tidak akan pernah normal, badai PHK masih akan terus terjadi
Ramses Rianto Manurung - Video, Senin, 07-09-2020 21:37 WIB

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus terjadi akibat pandemi covid-19. Kendati aktifitas dunia usaha sudah kembali bergulir. Banyak perusahaan yang mengurangi jumlah pekerja. Langkah apa yang harus dilakukan oleh pengusaha agar meminimalisir PHK? Dan langkah apa pula yang dilakukan pemerintah dalam rangka mengurangi tindakan PHK tersebut?

Topik ini menjadi pembahasan dalam DIALOG NUSANTARA PETANG di Nusantara TV bersama Host, Tasya Felder dan narasumber Nailul Huda (Peneliti INDEF)

Perihal bakal terjadi tindakan PHK akibat pandemi memang sudah diprediksi oleh sejumlah lembaga. Menurut pandangan Nailul Huda, prediksi yang dibuat oleh sejumlah lembaga tersebut belum memasukkan variabel pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang mencapai minus 5,3. Saat pertumbuhan ekonomi minus 5,3 maka yang terjadi adalah pertambahan jumlah PHK yang mengikuti minusnya pertumbuhan ekonomi. Berangkat dari kondisi ini, Nailul melihat jumlah PHK akan lebih banyak dari prediksi 7-8 juta pekerja yang dibuat sebelumnya.

Kondisi tenaga kerja Indonesia akan semakin terpuruk apabila pemerintah tidak membuat kebijakan yang out of the box atau kebijakan yang bisa menstimulasi agar perusahaan-perusahaan di Indonesia tidak melakukan PHK atau merumahkan karyawannya. 

Pemerintah perlu membuat kebijakan yang meningkatkan permintaan dari sektor manufaktur. Selain itu perlu implementasi yang maksimal di lapangan. 

Pemulihan ekonomi pasca krisis sangat bergantung pada apa yang dilakukan pemerintah. Baik melalui bantuan sosial maupun stimulus-stimulus untuk dunia usaha ataupun untuk tenaga kerja. Ekonomi akan normal apabila pandemi sudah teratasi. Ketika pandemi belum teratasi maka yang terfjadi adalah ekonomi tidak akan pernah normal. Pertumbuhan masih minus dan PHK masih terus terjadi. Nailul meragukan ekonomi Indonesia dapat meningkat pada 2021. Pengangguran akan semakin tinggi karena tidak ada permintaan, perusahaan tidak memproduksi 


Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0