DIALOG NUSANTARA PETANG ‘Kampanye Sehat’ di Pilkada 2020

Anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming bersama pasangannya Teguh Prakosa yang akan bertarung pada Pemilihan Wali Kota...
Ramses Rianto Manurung - Video, Senin, 28-09-2020 21:20 WIB

Berbagai kalangan meminta agar pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada Serentak 2020 mampu mengendalikan pendukung untuk berkampanye sehat di tengah pandemi covid-19. Lalu bagaimana agar masing-masing pasangan calon mampu menciptakan kampanye sehat jelang Pilkada Serentak 2020? 

Host, Tasya Felder membahasnya bersama narasumber Peneliti Perludem, Fadli Ramadhanil dalam DIALOG NUSANTARA PETANG dari program berita Nusantara Petang yang disiarkan Nusantara TV.

Anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming bersama pasangannya Teguh Prakosa yang akan bertarung pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo dalam Pilkada 2020 memilih berkampanye melalui media sosial. Hal ini dianggap efektif dalam mengkampanyekan program jelang Pilkada 9 Desember mendatang. 

Menurut Fadli Ramadhanil metode kampanye dengan media sosial sebetulnya kalau dilihat dari konteks Pemilu bukanlah sesuatu yang baru. Di Pemilu 2014 metode kampanye ini juga sudah digunakan oleh peserta pemilu. Tetapi memang kondisi kampanye dengan menggunakan media sosial bukanlah metode yang utama dalam penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Baik di Pemilu 2014 maupun 2019. 

Di tengah kondisi pandemi saat ini, memang ada beberapa keterbatasan di dalam proses pelaksaan kampanye terutama mekanisme kampanye yang melakukan aktivitas-aktivitas pertemuan langsung atau interaksi langsung antara peserta dengan pemilih. Tentu saja itu bertentangan dengan protokol kesehatan dalam pengendalian pandemi covid-19. 

Terkait dengan kampanye menggunakan media sosial, tentu bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan oleh peserta pilkada. Untuk menjangkau pemilih dalam memberikan informasi terkait dengan visi-misi, program termasuk juga upaya untuk menampung dan mendengarkan aspirasi pemilih. Tetapi dalam persiapan Pilkada 2020 yang belum sepenuhnya maksimal, ini belum teruji betul efektifitasnya. Karena ini tidak hanya berkaitan dengan kepentingan aktivitas kampanye pasangan calon  tetapi perlu juga dipertimbangkan akses informasi yang memadai dan merata bagi setiap pemilih. Seberapa signifikan pemilih di dalam Pilkada 2020 yang totalnya sekitar 105 juta orang, tersebar di 270 daerah pemilihan itu bisa mengakses informasi kampanye, informasi program maupun berdialog langsung dengan peserta pilkada. 

Belum bisa dinyatakan maksimal karena memang kita belum memiliki hasil kajian maupun penelaahan yang mendalam soal ini. Salah satu hal yang paling sederhana yang bisa jadi perhatian tentu saja soal akses internet, akses penggunaan media sosial. Kalau di daerah perkotaan tidak akan ada problem. Sudah dilakukan juga di pemilu-pemilu sebeleumnya. 

Tapi bagaimana dengan daerah-daerah di pedalaman yang akses internet, akses media sosial dan akses telekomunikasinya masih terbatas. Daerah yang menjadi salah satu sorotan itu adalah Nusa Tenggara Timur. Beberapa daerah di NTT masih belum memiliki akses internet yang baik. Sehingga kalau hanya mengandalkan kampanye melalui media sosial akan sangat berbahaya. Dalam artian informasi yang hendak disampaikan kepada pemilih masih akan sangat terbatas. Ada kondisi riil yang secara faktual harus dipertimbangkan untuk menjadikan kampanye di media sosial sebagai domain utama dalam kondisi pandemi. 

Oleh karena itu, Perludem mendorong penundaan pilkada 2020 salah satu alasannya adalah telaah terhadap situasi pengendalian covid-19. Apa yang perlu ditelaah? Perlu dilihat secara detail di 270 daerah yang akan melaksanakan pilkada. Bagaimana pengendalian pandemi covid-19 di masing-masing daerah tersebut? Bagaimana pertumbuhan kasus positif virus coronanya? Apakah masih cukup signifikan? Atau sudah terkendali? 

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0