Antisipasi Klaster Baru Libur Panjang

Sudah hampir delapan bulan Indonesia dilanda pandemi. Tentu masyarakat sudah merasa jenuh dan bosan terus menerus dalam...
Ramses Rianto Manurung - Video, Senin, 26-10-2020 23:31 WIB

Libur panjang dikhawatirkan menimbulkan klaster baru terhadap masyarakat yang melakukan perjalanan liburan. Pemerintah terus berupaya mengantisipasi terjadinya klaster baru libur panjang.

Topik ini menjadi pembahasan Host Tasya Felder bersama narasumber Epidemiolog Dr. Masdalina Pane, M.Si (Han) dalam sesi Dialog Petang dari program Nusantara Petang di Nusantara TV, Senin (26/10/2020).

Perbincangan dilakukan secara daring karena Tasya berada di NTV News Studio Jakarta, sementara Dr Masdalina Pane, M.Si berada di Ambon, Maluku.

Ada hubungan yang linier antara penekanan mobilitas masyarakat dengan penurunan covid-19 dan keamtian akibat covid-19. Tetapi sebentar lagi masyarakat Indonesia akan menikmati libur panjang, mulai Rabu (28/10/20200 hingga Minggu (1/11/2020).

Bagaimana agar masyarakat tetap bisa menikmati libur panjang tetapi dengan aman?

Menanggapi pertanyaan ini, Dr Masdalina Pane M.Si mengatakan pengendalian covid-19 di Indonesia saat ini belum sesuai dengan yang diinginkan. Karena itu, masyarakat dihimbau dalam libur panjang saat ini agar tetap di rumah bersama keluarga. Menghabiskan waktu bersama keluarga sehingga jadi aman untuk semua. 

Namun, jika memang harus pergi keluar kota sebaiknya mematuhi protokol kesehatan yang telah berulangkali disosialisasikan oleh pemerintah. Selama di luar kota hindari bepergian ke pasar, mal dan lokasi wisata. Yang terpenting harus selalu mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. 

Sudah hampir delapan bulan Indonesia dilanda pandemi. Tentu masyarakat sudah merasa jenuh dan bosan terus menerus dalam keadaan seperti ini. Sementara negara-negara tentangga kita sudah mulai terkendali. 

Guna mencegah munculnya klaster baru akibat libur panjang, pemerintah harus mengaktifkan satuan tugas covid-19 di berbagai daerah. Harus lebih massif dalam memberikan sosialisasi dan pengertian kepada masyarakat. Agar tidak berkerumun lebih dari 5 orang. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0