Warga Tolak Rencana Pemerintah Lakukan Penguncian Kedua

Meski terjadi peningkatan jumlah infeksi covid-19, namun warga Kota London menolak rencana pemerintah untuk melakukan penguncian
Ramses Rianto Manurung - Video, Senin, 21-09-2020 16:56 WIB

Ratusan warga pada Sabtu (19/9/2020) berkumpul di Alun-alun Trafalgal di Kota  London. Mereka berunjuk rasa memprotes pemerintah yang sedang mempertimbangkan penguncian kedua di tengah peningkatan tajam infeksi covid-19. 

Para pengunjuk rasa berdebat dengan petugas polisi metropolitan dan memegang spanduk termasuk beberapa yang bertuliskan: "Covid Terletak di Penjara Digital, Senjata Penipuan Massal" dan "Kebebasan Bukan Rasa Takut." 

Polisi Metropolitan London mengatakan  pihaknya berencana untuk mengambil tindakan untuk membubarkan pengunjuk rasa. Polisi  menambahkan mereka yang menolak untuk pergi dapat ditangkap.

Pendukung Teori Qanon yang mengklaim bahwa pedofil pemuja setan menjalankan jaringan perdagangan seks anak global terlihat di kerumunan dan memegang spanduk.

Demonstrasi di Trafalgar Square terjadi sehari setelah Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan bahwa dia tidak menginginkan penutupan nasional lagi, tetapi pembatasan baru mungkin diperlukan karena negara itu menghadapi gelombang kedua covid-19 yang "tak terhindarkan". 

Para menteri Jumat dilaporkan sedang mempertimbangkan penguncian nasional kedua setelah kasus covid-19 baru hampir dua kali lipat menjadi 6.000 per hari,  penerimaan rumah sakit meningkat dan tingkat infeksi melonjak di seluruh bagian utara Inggris dan London. 

Inggris telah menderita jumlah kematian tertinggi di Eropa akibat covid-19 dengan lebih dari 41.000 kematian.

Nusantara Pagi hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Pagi setiap hari Senin - Jumat jam 06.00 WIB hanya di Nusantara TV 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0