Serikat Pekerja Dan Mahasiswa Berusaha Hidupkan Kembali Protes Massa

Aksi unjuk rasa memprotes kebijakan sosial dan ekonomi Presiden Kolombia Ivan Duque berubah menjadi anarkis, massa melempari...
Ramses Rianto Manurung - Video, Rabu, 23-09-2020 15:19 WIB

Pekerja dan mahasiswa Kolombia memprotes kebijakan sosial dan ekonomi Presiden Ivan Duque. Mereka  berusaha menghidupkan kembali demonstrasi massa di tengah krisis ekonomi dan insiden kebrutalan polisi baru-baru ini.

Ratusan  massa mendatangi kantor  Kementerian Tenaga Kerja diorganisir oleh serikat-serikat besar di tengah pembatasan virus corona yang mengamanatkan masker wajah dan melarang kerumunan orang banyak.

Aksi unjuk rasa  di Bolivar Plaza pusat Bogota berjalan kurang damai dengan beberapa pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi di luar gedung pengadilan tertinggi negara itu.

Berita lokal menunjukkan pembobolan di bank dan kemudian pengunjuk rasa membalikan tv besar yang diambil dari bank tersebut. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Sebelumnya kematian seorang pria yang ditahan dan berulang kali disetrum oleh polisi bulan ini menyebabkan unjuk rasa malam hari di Bogota dan kota satelit Soacha yang menewaskan tiga belas orang dengan ratusan lainnya terluka.

Transportasi umum tutup pada jam 8 malam dan Walikota Bogota mendorong orang untuk pulang lebih awal.

Para pemimpin serikat dan mahasiswa berharap untuk menghidupkan kembali protes yang meluas yang berlangsung akhir tahun lalu. Penjarahan menyebabkan deklarasi jam malam pertama dalam satu generasi di Bogota dan Cali tetapi demonstrasi gagal menjelang liburan Natal.

Awal tahun ini  virus corona menghalangi rencana untuk memulai kembali protes karena lebih dari 765.000 warga Kolombia terinfeksi dan lebih dari 24.000 meninggal. Negara itu secara bertahap melonggarkan tindakan penguncian antara Maret dan akhir Agustus.

Pengangguran perkotaan melonjak hingga hampir 25% karena lockdown dan pemerintah memperkirakan kontraksi ekonomi sebesar 5,5% tahun ini.

Penurunan tersebut dapat memicu pengunjuk rasa yang percaya potensi pensiun dan reformasi pajak akan merugikan pekerja. Pemerintah belum mengumumkan rencana reformasi khusus. 


Nusantara Pagi hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Pagi setiap hari Senin - Jumat jam 06.00 WIB hanya di Nusantara TV 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0