Protes Terbesar Targetkan Pemerintah Dan Monarki

Rakyat Thalland sudah muak dengan kekuasaan monarki dan menuntut pengurangan kekuatan konstitusional raja
Ramses Rianto Manurung - Video, Senin, 21-09-2020 15:24 WIB

Puluhan ribu orang pada Sabtu (19/9/2020) melakukan protes di ibu kota Thailand melawan pemerintah mantan pemimpin kudeta dan Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha. Tak hanya itu  banyak pula demonstran juga menyerukan reformasi monarki. 

"Ganyang Feodalisme, Panjang Umur Rakyat," adalah salah satu nyanyian pada demonstrasi terbesar di Bangkok sejak Prayuth mengambil alih kekuasaan dalam kudeta tahun 2014.

Protes pada Sabtu pindah dari kampus Universitas Thammasat, sarang tradisional oposisi terhadap militer dan pembentukan kerajaan ke Sanam Luang  alun-alun kerajaan di luar Istana Besar.

Penyelenggara aksi mengatakan ada 50.000 orang hadir dalam demonstrasi terbaru. Polisi mengatakan setidaknya ada 18.000, masih cukup untuk membuatnya lebih besar dari protes bulan lalu. Para pengunjuk rasa mengatakan mereka berencana menginap dan berbaris ke gedung pemerintah pada minggu pagi.

Tanggal 19 September adalah peringatan kudeta terhadap perdana menteri populis saat itu Thaksin Shinawatra pada tahun 2006. Di antara para pengunjuk rasa adalah banyak pengikut baju merah, veteran bentrokan satu dekade lalu dengan kemeja kuning pro kemapanan.

Para pengunjuk rasa menuntut penghapusan Undang-undang Lese Majeste yang menentang kritik terhadap monarki. Mereka juga berusaha untuk mengurangi kekuatan konstitusional raja dan kendali atas kekayaan istana dan unit tentara.

Terakhir kali kerumunan besar berkumpul di Sanam Luang adalah untuk berduka atas mendiang Raja Bhumibol Adulyadej yang dihormati secara luas di negara berpenduduk 70 juta itu.

Nusantara Pagi hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Pagi setiap hari Senin - Jumat jam 06.00 WIB hanya di Nusantara TV 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0