Amerika Kutuk Serangan Hacker yang Didalangi Intelijen Militer Rusia

Pejabat AS dan Inggris mengatakan serangan itu dilakukan oleh unit 74455 dari badan intelijen militer gru Rusia yang juga...
Ramses Rianto Manurung - Video, Rabu, 21-10-2020 16:54 WIB

Amerika Serikat dan Inggris mengutuk apa yang mereka katakan sebagai serangkaian serangan siber berbahaya yang diatur oleh intelijen militer Rusia, termasuk upaya untuk mengganggu Olimpiade dan Paralimpiade tahun depan di Tokyo. Pejabat AS dan Inggris mengatakan serangan itu dilakukan oleh unit 74455 dari badan intelijen militer gru Rusia yang juga dikenal sebagai pusat utama untuk teknologi khusus.

Dalam dakwaan yang disegel pada Senin (19/10/2020), Departemen Kehakiman AS mengatakan enam anggota unit telah memainkan peran kunci dalam serangan terhadap target mulai dari organisasi pelarangan senjata kimia hingga pemilu Prancis 2017. Tuduhan tersebut mencakup empat tahun aktivitas siber berbahaya, dari 2015 hingga 2019.

Para pejabat Inggris mengatakan para peretas gru juga telah melakukan operasi "pengintaian dunia maya" terhadap penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 yang semula dijadwalkan diadakan tahun ini tetapi ditunda karena wabah virus corona.

Inggris dan Amerika Serikat mengatakan para peretas terlibat dalam serangan lain seperti peretasan upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan yang membahayakan ratusan komputer menurunkan akses internet dan mengganggu umpan siaran. 

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan serangan di Korea Selatan sebelumnya dikaitkan dengan Rusia oleh para peneliti keamanan siber tetapi dibuat agar terlihat seperti pekerjaan peretas Cina atau Korea Utara.

Operasi siber ofensif lainnya yang diduga dilakukan oleh petugas gru sejak 2015 menurut departemen kehakiman termasuk serangan siber global yang dikenal sebagai Notpetya.

Pada 2017 Malware Notpetya yang merusak menyebar secara global keluar dari Ukraina menginfeksi dan mengunci ribuan komputer milik perusahaan besar. Para ahli mengatakan Notpetya menyebabkan kerugian lebih dari $ 1 miliar. Pada saat itu perusahaan yang secara publik terpengaruh oleh Notpetya termasuk Fedex Corporation dan raksasa farmasi Merck. 

Nusantara Pagi hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Pagi setiap hari Senin - Jumat jam 06.00 WIB hanya di Nusantara TV 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0