20 Ribu Lebih Warga Ethiopia Mengungsi ke Sudan, Kenapa?

Badan-badan lokal dan PBB berusaha membantu para pengungsi yang telah datang dalam jumlah yang terus bertambah dengan sedikit...
Ramses Rianto Manurung - Video, Senin, 16-11-2020 16:25 WIB

Badan pengungsi PBB pada Minggu (14/11/2020) mengumumkan jumlah orang yang melarikan diri dari konflik di Ethiopia Utara ke Sudan telah meningkat menjadi setidaknya 20.000 orang. Berdasarkan  data UNHCR lebih dari 12.500 menyeberang di Hamdayat dan hampir 7.500 ke selatan di Al-luqdi, antara 7-14 November. 

Badan-badan lokal dan PBB berusaha membantu para pengungsi yang telah datang dalam jumlah yang terus bertambah dengan sedikit harta benda atau perbekalan beberapa dengan perahu, beberapa berenang atau mengarungi sungai. 

Mereka memberikan laporan tentang konflik yang meningkat di negara bagian Tigray di mana pasukan pemerintah sedang memerangi pejuang yang setia kepada para pemimpin lokal yang memberontak. 

Para pengungsi menceritakan kisah-kisah serangan artileri dan penembakan di jalan-jalan di mana pertempuran meluas ke negara bagian tetangga, Amhara. 

Meski demikian sulit untuk memverifikasi keadaan konflik atau untuk menguatkan laporan para pengungsi karena akses ke Tigray yang diblokir  dan sebagian besar komunikasi terputus.

Ratusan orang telah tewas sejak Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan pertahanan nasional untuk menyerang pasukan lokal di Tigray pekan lalu setelah  menuduh mereka menyerang pasukan federal. 

Abiy mengatakan jet pemerintah membom sasaran militer di Tigray termasuk gudang senjata dan peralatan yang dikendalikan oleh pasukan Tigrayan. 

Tetapi beberapa pengungsi mengatakan daerah mereka telah dibom oleh artileri dari negara tetangga Eritrea untuk mendukung tentara Ethiopia meski laporan tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen. 

Pemimpin Tigray, Debretsion Gebremichael pada Selasa (10/11/2020) mengatakan tetapi tidak memberikan bukti bahwa Eritrea telah mengirim pasukan melintasi perbatasan untuk mendukung pasukan pemerintah Ethiopia. 

Sementara, Menteri Luar Negeri Eritrea, Osman Saleh Mohammed pada Jumat (13/11/2020) membantah pernyataan tersebut.  

Nusantara Pagi hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Pagi setiap hari Senin - Jumat jam 06.00 WIB hanya di Nusantara TV  

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0