Tiga Peran Santri Menurut Wapres Ma'ruf Amin Untuk Hadapi Tantangan Global

Santri harus jadi pembeda yang mampu menanamkan pemikiran yang moderat dan melawan pemikiran ekstrem
Ramses Rianto Manurung - Video, Kamis, 17-09-2020 16:27 WIB

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menyerukan dan menjelaskan ajaran Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Untuk itu, setidaknya ada tiga peran santri yang bisa dilakukan dalam menghadapi tantangan global saat ini. Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam Webinar Internasional Antar Rois Syuriah Pengurus Cabang Internasional Nahdlatul Uama (PCINU) di berbagai negara, Rabu 16 September 2020.

"Saya melihat ada tiga peran santri yang bisa dilakukan dalam menghadapi tantangan global saat ini. Pertama, santri harus terus berperan untuk menjelaskan Islam yang rahmatan lil 'alamiin. dalam menjawab tantangan global dan kontemporer. Santri harus mampu menjelaskan dan menjadi pembeda, menanamkan pemikiran yang moderat dan melawan pemikiran yang ekstrim, dan mampu menjelaskan karakter-karakter Islam yang selalu berimbang dan toleran. Saya berharap agar kita semua selaku warga NU senantiasa melakukan gerakan perubahan dan inovasi untuk kemaslahatan umat dan membangun pusat-pusat perubahan dan inovasi di mana pun kita berada. Kedua, santri dapat dan perlu berperan aktif berkontribusi pada perdamaian dunia. peran ini dibutuhkan untuk memperkuat inisiatif-inisiatif yang telah dilakukan pemerintah Indonesia yang selama ini sangat aktif dalam berkontribusi kepada upaya perdamaian dunia. Kita sering mendengar bagaimana indonesia selalu bersuara lantang untuk terus membela palestina. kerja pemerintah di bidang diplomasi perlu didukung dan dilengkapi dengan apa yang disebut second track diplomacy."

"Dalam konteks inilah, Ma'ruf menyakini PCINU luar negeri dapat melaksanakan diplomasi 'jalur kedua' melalui penyelenggaraan dialog-dialog antaragama, antarbudaya, dan antarperadaban, yang menampilkan Islam yang moderat dan toleran, serta kebijakan negara yang mendukung demokrasi dan perlindungan hak-hak asasi manusia, termasuk bagi kelompok minoritas. Di era digital ini diplomasi yang dimaksud tidak hanya berbentuk komunikasi langsung, tetapi juga bisa melalui media elektronik dan cetak,kemudian yang ketiga, santri harus mampu menjadi perekat persatuan bangsa. mentalitas dan semangat untuk bersatu ini harus terus diperkokoh di tengah-tengah adanya perbedaan antarkelompok yang semakin tajam. persatuan dan kerukunan tidak hanya dalam hubungan antarumat atau organisasi Islam, tetapi juga dengan umat agama lain,”

Sumber : Wakil Presiden Republik Indonesia

 Nusantara Malam hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Malam setiap hari Senin - Jumat jam 22.00 WIB hanya di Nusantara TV

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0