Presiden Iran:'Trump Pendendam dan Kriminal

Joe Biden telah berjanji untuk bergabung kembali dengan perjanjian 2015  yang disetujui oleh Washington ketika dia menjadi...
Ramses Rianto Manurung - Video, Jumat, 20-11-2020 19:45 WIB

Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut pemerintahan AS Donald Trump sebagai "pendendam dan kriminal". Sebaliknya, Iran melihat perubahan di masa depan di bawah presiden terpilih Joe Biden. 

Berbicara dalam sesi kabinet di istana kepresidenan di Teheran, Rouhani mengatakan Trump ingin semua negara lain mengikutinya ketika dia meninggalkan kesepakatan nuklir Iran pada 2018 tetapi tidak ada yang melakukannya  termasuk teman tradisional Amerika, Uni Eropa. 

Joe Biden telah berjanji untuk bergabung kembali dengan perjanjian 2015  yang disetujui oleh Washington ketika dia menjadi wakil presiden jika Iran juga kembali pada kepatuhan.

Tetapi para diplomat dan analis mengatakan itu tidak mungkin terjadi dalam semalam karena musuh yang tidak percaya sama-sama menginginkan komitmen tambahan dari satu sama lain. 

Dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat dan kekuatan dunia lainnya  Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.  Namun Presiden Trump menarik diri dari kesepakatan tersebut pada 2018 dan mulai menaikkan sanksi sepihak terhadap Teheran.

Apa Kata Dunia hadir untuk anda mengenai berita-berita dari mancanegara terkuat setiap minggunya. Saksikan Apa Kata Dunia setiap hari Senin-Jumat Jam 21.00 WIB hanya di Nusantara TV.  
 
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0